Sabtu, 08 Jun 2019 11:03 WIB

Asosiasi Mobil China: Denda Buat Ford Bukan Perang Dagang

Luthfi Anshori - detikOto
Logo mobil Ford Foto: Dadan Kuswaraharja Logo mobil Ford Foto: Dadan Kuswaraharja
Beijing - Hubungan dagang China dengan Amerika Serikat sedang memanas akhir-akhir ini, terutama setelah perusahaan teknologi asal China, Huawei, dimasukkan ke dalam daftar hitam perusahaan di Amerika Serikat.

Efek ini pun merambah ke sektor industri strategis lainnya seperti otomotif. Sebagai balasan, regulator anti-monopoli di China pada Rabu (5/6/2019) menjatuhkan denda sekitar162,8 juta yuan atau sekitar Rp 336,4 miliarr pada perusahaan patungan, Changan Ford.



Changan Ford dimiliki secara bersama oleh Detroit dan perusahaan China yang didukung negara. Melansir New York Times, Changan Ford didenda karena Washington dan Beijing saling membidik bisnis masing-masing, setelah gagalnya pembicaraan perdagangan bulan lalu.

Otoritas anti-monopoli China mengatakan, pihaknya mendenda Changan Ford lantaran telah menetapkan harga minimum untuk diler-dilernya di Chongqing. Tindakan itu membuat para pedagang yang memiliki otonomi, tidak bisa menetapkan harga produk mereka sendiri.

Dalam pernyataan pada hari Rabu, seorang juru bicara Ford mengatakan, Changan Ford telah mengambil 'tindakan korektif' sehubungan dengan kebijakan penjualannya.

"Changan Ford akan memastikan kegiatan bisnisnya berkontribusi pada lingkungan persaingan yang bebas dan adil," kata pernyataan itu.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang China, yang mewakili produsen, Cui Dongshu, mengatakan bahwa langkah otoritas anti-monopoli terhadap Changan Ford adalah langkah 'normal' untuk mempromosikan persaingan. Pernyataan itu juga menyangkal adanya tuduhan bahwa kebijakan ini karena ada hubungannya dengan perang dagang melawan AS.



Changan Ford didirikan pada tahun 2001, dan memproduksi sebagian besar model utama Ford di Cina. Jumlah mobil yang dijual pada bulan April turun lebih dari 60 persen dari tahun sebelumnya.

Setelah jatuhnya sanksi tersebut, saham Changan Ford diklaim turun sekitar 2 persen di hari denda itu diumumkan.

Untuk informasi, Ford dan produsen mobil Amerika lainnya telah berjuang di China akhir-akhir ini. Negara itu adalah pasar mobil terbesar di dunia, tetapi ekonomi China melambat, dan beberapa pabrik perakitan yang dijalankan oleh pembuat mobil Detroit telah memecat pekerja dan memproduksi kendaraan di bawah kapasitas semestinya.

(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com