Minggu, 02 Jun 2019 13:23 WIB

553 Ribu Kendaraan Sudah Meninggalkan Jakarta

Ruly Kurniawan - detikOto
Macet jalur mudik. Foto: Agung Pambudhy Macet jalur mudik. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Sebanyak 553.116 kendaraan tercatat sudah meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, Barat, dan Selatan sejak H-7 sampai H-5 jelang lebaran (29-31 Mei 2019). Jumlah tersebut naik 32 persen dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) nominal sebesar 418.263 kendaraan.

Jumlah lalu lintas untuk tiga hari itu disebut sudah memenuhi realisasi 42% dari total prediksi Jasa Marga untuk lalu lintas mudik sejak H-7 sampai saat lebaran 2019. Dalam kata lain, masih ada sekitar 756 ribu kendaraan yang belum melakukan perjalanan mudik.


"Distribusi lalu lintas sendiri sebesar 52% ke arah Timur, 30% ke arah Barat, dan 18% ke arah Selatan," ," ujar Corporate Communication Departement Head Jasa Marga Irra Susiyanti, dalam keterangan resminya.

Lebih detil, total kendaraan yang menuju arah Timur adalah sebanyak 289.489 kendaraan, naik 76,86 persen dari LHR normal 163.679 kendaraan. Namun jumlah ini baru memenuhi realisasi 39 persen dari total prediksi sebesar 737.641 kendaraan sejak H-7 sampai H-1 Lebaran.

Untuk arah Barat, Jasa Marga mencatat jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta lewat GT Cikupa Jalan Tol Merak-Tangerang selama tiga hari sebesar 166.415 kendaraan, naik 1,32 persen dari LHR normal 164.250 kendaraan.

Sementara arah Selatan, Jumlah kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui GT Ciawi Jalan tol Jagorawi sebanyak 97.212 kendaraan, naik 7,61 persen dari LHR normal yang hanya 90.334 kendaraan

Disamping itu, Kementerian Perhubungan memperkirakan puncak arus mudik dimulai pada kemarin malam hingga jelang Lebaran. Diperkirakan akan ada peningkatan kendaraan pribadi dibanding tahun lalu.


"Pada H-5 shift II, semua moda belum mengalami lonjakan penumpang dan arus kendaraan. Puncak arus mudik dimungkinkan menjadi 1 Juni. Sehingga perlu diantisipasi," kata Ketua Posko Angkutan Lebaran Terpadu Harian Shift II Nur Isnin Istiartono dilansir dari CNN Indonesia. (ruk/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed