Senin, 27 Mei 2019 15:54 WIB

Belum Ada Ketentuan Kecepatan Melaju di Jalur One Way

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Tim Infografis Andhika Akbaransyah Foto: Tim Infografis Andhika Akbaransyah
Jakarta - Rekayasa lalu lintas menjadi salah satu trik dalam mengatasi volume kendaraan yang membludak di arus tertentu. Metode ini sudah dipastikan akan diterapkan pada arus mudik lebaran idul fitri 1440 hijriyah.

Sayangnya penerapan jalur one way ini masih memiliki celah yang menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Masalah minimal dan maksimal kecepatan melaju di jalur ini belum ditentukan secara pasti.



Hal ini akan menyebabkan kebingungan di mana biasanya jalur paling kiri paling lambat semakin cepat di kanan.

"Yang bikin bingung orang, lajur kiri 60, lajur kanan 80, nyusul 100, ketika dipindah ke sebelah kanan 60, 80, 100 dimana tuh? Itu yang jadi kebingungan itu yang harus diatur sama pemerintah," ujar Director Training Safety Driving Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana saat ditemui dalam acara Daihatsu Sahabat Mudik 2019 di Vehicle Logistik Centre PT Astra Daihatsu Motor, Sunter, Jakarta Utara, Minggu (26/5/2019).

Untuk itu demi keselamatan dan kenyamanan cara paling aman saat memasuki jalur ini adalah memulainya dengan kecepatan rendah. Hal ini bertujuan untuk memberikan orientasi kepada pengemudi yang canggung berada di arus berlawanan.



"Itu resiko yang harus dihadapi pengemudi. Menjaga emosi dikontrol bahwa itu dibuka bukan berarti dia harus cepet-cepetan tapi dia harus mengontrol kecepatan dan memastikan kecepatan di lajur sebaliknya," jelas Sony.

Jika dikompresi pada ukuran kecepatan, Sony memperkirakan menjaga kendaraan melaju di kecepatan 60kpj. "Ambil kecepatan minimal 60," imbuhnya. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com