Jumat, 24 Mei 2019 17:10 WIB

Pembatasan Impor Belum Ganggu Penjualan Audi di Indonesia

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Pembatasan impor mobil dilakukan untuk menstabilkan ekonomi industri dalam negeri. Namun aturan ini pada praktiknya tidak memberikan pengaruh berarti pada mobil impor mewah.

Salah satu merk mobil mewah yang masih Impor di Indonesia, Audi sendiri mengaku tidak merasakan dampaknya. Audi yang didistribusikan oleh PT Garuda Mataram Motor (GMM) berdalih penjualan mobil di segmen mereka tidaklah besar sehingga tak mengganggu penjualan.



"Memang resiko, cuma kendala impor dari pemerintah nggak ada. Kalau kita bisnisnya kecil volumenya, yang masuknya gede mungkin problem. So far quota menteri kita ngga ada masalah sih," ujar Chief Operating Officer PT GMM, Jonas Chendana saat ditemui di acara berbuka bersama di kawasan MT Haryono, Jakarta Selatan, Kamis (23/5/2019).

Menurut Jonas kendala yang cukup mengganggu penjualan mereka adalah nilai tukar mata uang Euro. "kita cenderung (masalah) currency, kemarin Euro naik pusing kita," lanjutnya.

Tidak hanya pembatasan impor, penurunan penjualan pertama juga lebih besar berasal dari kontribusi segmen bawah. Sejumlah merek mobil mewah seperti Audi tak mengalami penurunan signifikan pada kuartal pertama tahun 2019 ini.



"Kalau lihat Q1 Gaikindo report turun, kurang lebih trennya begitu. Di mewah rasanya nggak sampai terlalu drastis mestinya, jadi kita berharap di kuartal kedua ketiga ada sedikit rebound, ungkap Jonas.

Pada tahun ini sendiri Audi menargetkan 70 hingga 100 unit dipasarkan di Indonesia. Sedangkan Volkswagen yang didistribusikan oleh PT GMM juga membidik angka 500. "Audi maksimal 70-100. VW targetnya maintain sama seperti tahun lalu. Tahun ini berusaha 500-an tapi dengan unit baru kita coba on top," jelas Jonas. (rip/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com