Senin, 20 Mei 2019 17:09 WIB

Mobil Takkan Bisa Ngebut Sampai Angka Terbesar di Speedometer

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Penasaran dengan berapa kecepatan maksimal mobil Anda? Speedometer mungkin bisa menjadi acuannya. Tapi, terkadang speedometer di mobil angkanya cukup besar. Bahkan, angka tertingginya jauh lebih besar dari kemampuan mobil itu sendiri.

Speedometer kendaraan biasanya mencatat kecepatan maksimum yang sangat tinggi. Bahkan ada mobil bermesin 1.500 cc yang angka tertinggi di speedometer sampai 200 km/jam. Apakah bisa sampai menembus batas kecepatan maksimal itu?

Dilansir Zinc.vn, mantan insinyur mesin General Motors dari Amerika Serikat, Vink B Quan, mengatakan jika melihat speedometer pada kendaraan ada angka sampai 200 km/jam bahkan lebih tinggi hingga 320 km/jam, jangan buru-buru percaya.



"Mobil dengan angka maksimal 225 km/jam, tapi sebenarnya hanya bisa menempuh 145 km/jam atau 160 km/jam adalah dramatis. Mobil tidak dapat mencapai 225 km/jam, tak peduli seberapa kuat Anda ngegas," katanya.

Quan bercerita dia pernah berkendara dari Los Angeles ke Las Vegas beberapa tahun lalu. Dia mencoba menikmati jalanan pagi yang tidak ramai dengan kecepatan tinggi.

"Saya berkendara dengan kecepatan 130 km/jam, berpikir itu cukup cepat. Tapi hanya beberapa menit kemudian, banyak mobil menyusul saya. Jadi saya mencoba mengikuti mereka dengan menekan pedal gas agar lebih berjalan cepat," katanya.



Saat itu, ia menyewa sebuah mobil Toyota yang speedometernya tertera angka paling besar 225 km/jam. Namun, mobil itu hanya bisa dipacu sampai 152 km/jam.

"Tidak bisa lebih cepat bahkan jika saya menekan gas lagi. Oleh karena itu, saya pikir speedometer tidak mengatakan dengan tepat kecepatan maksimum yang dapat dicapai oleh mobil," sebutnya.

Mobil tidak bisa mencapai kecepatan maksimal yang tertera pada speedometer, sederhana karena mobil itu bukan mobil balap. Juga tidak bisa berjalan lebih cepat, kecuali jika putaran mesin terus-terusan di 9.000 rpm. Kalau dipaksa terus sampai 9.000 rpm, bisa-bisa mesin jebol dan rusak parah.

"Pabrikan menghitung keamanan dan daya tahan sebelum menetapkan batas kecepatan untuk setiap kendaraan," ujarnya.


Simak Juga 'Ngebut Bareng Ninja di Sirkuit Sentul':

[Gambas:Video 20detik]

Mobil Takkan Bisa Ngebut Sampai Angka Terbesar di Speedometer
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com