Baca juga: GIIAS 2019 Bakal Hadir Secara 'Berseri' |
"Semua ini tergantung dari bagaimana keinginan pemerintah. Pemerintah dalam hal ini Kemenperin telah menggariskan intinya menginginkan kendaraan, pertama, hemat bahan bakar, kedua adalah emisi lebih bersih," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi, di Jakarta.
"Dengan 2 kondisi ini, mau tidak mau otomotif kita akan masuk kepada industri otomotif yang lebih advance. Yaitu mobil hybrid di mana 1 liter bensin atau pun 1 liter bahan bakar, bisa dipakai untuk sampai sekitar 20-25 km. Otomatis emisi lebih rendah. Kemudian pemakaian bahan bakar lebih hemat, sesuai dengan pemerintah," tambah Nangoi.
Dan Nangoi pun pastikan industri otomotif, akan ikut dan mendukung segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintah untuk mewujudkan kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.
"Ataupun, masuk ke plug-in hybrid, ini 1 liter bisa sampai 60 km, tentu emisi lebih bersih lagi, bahan bakar lebih hemat lagi. Tapi intinya teknologinya berbeda. Tentunya akan masuk juga ke kendaraan listrik, nah kendaraan listrik ini memiliki suatu hal yang berbeda dibandingkan kendaraan lain. Nah ini kita mengikuti aturan pemerintah yang menunjang industri ini," katanya. (lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk