Sabtu, 04 Mei 2019 08:55 WIB

Tanggapi Pabrikan China Sibuk Bangun Diler, Honda Sindir Produktivitas

Ruly Kurniawan - detikOto
Honda BR-V Foto: Pradita Utama Honda BR-V Foto: Pradita Utama
Jepara - Dewasa ini persaingan industri otomotif di dalam negeri sedang 'hangat-hangatnya'. Selain banyak mobil baru dari China, Korea Selatan, sampai Eropa, beberapa diler baru juga tengah dibuka. Salah satunya adalah Wuling, yang dalam kurun waktu dua tahun bisa membangun 90 outlet.

PT Honda Prospect Motor (HPM) selaku salah satu pabrikan mobil raksasa asal Jepang menanggapi baik tentang fenomena ini. Namun ia mempertanyakan produktivitasnya.



"Peningkatan diler itu wajar bila produknya bisa dijual. Tidak bisa buka sangat banyak, tapi penjualan sedikit. Sebab itu ada perhitungan produktivitasnya. Tidak bisa asal bangun saja. Sebab diler juga harus survive dan bagaimana strateginya agar terjadi repeat customer," kata Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy di Jepara, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2019).

"Saat terjadi peningkatan penjualan, itu dilihat akan berlaku sampai kapan. Kan tidak mungkin kalau kebanyakan diler, penjualan sedikit, itu tidak produktif namanya. Bisa sih dilernya disubsidi agar survive, tapi kan tidak bisa seperti itu terus," lanjut dia.



Dengan penjualan mobil Honda yang mencapai sekitar 150.000-160.000 unit setahunnya, lanjut Jonfis, 152 diler resmi dinilai sudah cukup baik.

"Saat ini, diler Honda ada 152 belum termasuk diler satelit (bila ditotal lebih dari 200). Tahun ini kita akan bangun 4-5 diler. Dibandingkan dengan penjualan rata-rata kami, itu sudah produktif. Jadi tidak bisa asal bangun diler saja, ada perhitungan operasionalnya," kata Jonfis.

"Salah satu fokusan kami di tahun ini adalah menjaga operasional diler agar sehat. Tidak ada overstock dan menjaga inden agar tak terlalu panjang," tutup dia. (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed