Menurut Direktur Jenderal Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Harjanto, industri kendaraan listrik di Tanah
Air harus menjadi industri yang murah, agar bisa menjaring banyak konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Harjanto, jika kendaraan listrik misal jenis hybrid, punya harga yang cukup mahal, maka tidak akan bisa menjangkau konsumen secara luas.
"Kalau harga di atas Rp 500 juta, siapa mau beli. Tapi kalau harga di bawah Rp 300 juta seperti Avanza misalkan, pasti banyak yang beli. Dengan harga yang sama, orang akan lebih memilih kendaraan hybrid yang punya konsumsi bahan bakar misalkan 1:20 dari pada beli mobil bensin dengan konsumsi bahan bakar 1:12," lanjut Harjanto.
"Karena berarti kalau pilih mobil hybrid dengan konsumsi 1:20, mereka bisa saving 50 persen dari penggunaan bahan bakar. Itu juga akan memberi dampak signifikan terhadap penggunaan bahan bakar dalam negeri," terangnya. (lua/lth)












































Komentar Terbanyak
Diklakson Gegara Lane Hogging, Sopir Yaris Ngamuk-Ngajak Ribut
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk