Selasa, 23 Apr 2019 11:30 WIB

Soal Tesla Model X yang Sering Terbakar, Bagaimana Bluebird?

- detikOto
Tesla Model X armada Bluebird Foto: Agung Pambudhy Tesla Model X armada Bluebird Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Belum lama ini kebakaran yang menimpa Tesla Model X kembali terjadi seperti dikutip dari Autoevolution, Senin (22/04/2019). Peristiwa ini terjadi saat pemiliknya memarkirkan Tesla Model X produksi 2018 di garasi rumahnya di kota Pittsburgh, Amerika Serikat pada Februari 2019.

Model X dan mobil lainnya terbakar sebelum akhirnya petugas pemadam kebakaran datang. Setelah kejadian itu, insinyur forensik dari Tesla memutuskan menggelar penyelidikan kemudian memindahkan Model X ke lokasi lain agar bisa menganalisa penyebab kebakaran. Saat itulah unit ini terbakar kedua kalinya.


"Kami mengeluarkan mobil dari garasi. Seorang insinyur Tesla melepaskan sekring dari kemasan baterai sebelum diangkut, mengindikasikan bahwa itu akan membuat mobil tersebut aman untuk diangkut. Kami membawanya ke Monroeville, tiba sekitar pukul 3.30 sore, dan sekitar pukul 6.20, mobil itu terbakar spontan," kata David Bizzak, seorang insinyur forensik yang terlibat dalam penyelidikan.

Dari hasil temuan sementara, Insinyur forensik menduga baterai mobil listrik tersebut tidak stabil. Tesla dikenal suka berdalih pada kejadian seperti ini. Pembelaan Tesla pada tuduhan seperti ini yaitu menyebut tidak ada data statistik yang membuktikan kendaraan listrik lebih mudah terbakar ketimbang bermesin konvensional.

Menanggapi hal ini, PT Blue Bird yang baru saja meluncurkan Tesla Model X 75D sebagai armada taksinya mengaku tengah mempersiapkan segalanya untuk mencegah hal ini terjadi.

"Kami terus terang belum tahu persis penyebabnya. Namun salah satu alasan kenapa kita cukup percaya diri dan komitmen adalah karena kami yakin memiliki kompetensi untuk melakukan maintenance kepada kendaraan-kendaraan tersebut. Seperti yang dilihat, di semua Dipo ada fasilitas maintenance dengan mekanik terlatih khusus untuk jenis kendaraan kita, jadi di bengkel ini kita sudah training secara khusus untuk memperbaiki sesuai dengan standar yang diperlukan, charging station pun kita tempatkan di sini sehingga dalam pengawasan langsung manajemen untuk memastikan sesuai aspek dan keselamatan," ujar Direktur PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (22/04/2019).


Saat ini Bluebird menyiapkan 25 unit BYD E-6 dan lima unit model Tesla X 75 D sebagai tahap awal. Kedua armada baru Bluebird ini masuk ke dalam divisi e-taxi. Tarifnya sama dengan taksi reguler dan eksekutif milik Bluebird sebelumnya.

Menurut Bluebird menggunakan kendaraan listrik ini berkaitan dengan program ketahanan dan bauran energi listrik nasional serta mengurangi ketergantungan dari BBM.

"Bertepatan dengan hari bumi, kami meluncurkan taksi listrik pertama di Indonesia. Pilot project kami menyediakan 30 unit dengan mengusung tema 'birukan langit Jakarta'," ujar Presiden Direktur Blue Bird Group Noni Purnomo saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut dengan rencana pengoperasian sebanyak 200 mobil listrik hingga tahun 2020. Pada waktu tersebut, Bluebird akan menghilangkan 434.095 kg emisi CO2 atau konsumsi BBM sebanyak 1.898.182 liter dan penambahan 2000 unit mobil listrik pada periode tahun 2020-2025 akan menghilangkan 21.704760 kg emisi CO2 atau setara dengan konsumsi BBM sebanyak 94.909091 liter. (riar/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com