Selasa, 23 Apr 2019 11:09 WIB

Penjualan Toyota Tersendat di Awal Tahun karena 3 Faktor Ini

Rizki Pratama - detikOto
Foto: Auto2000 Foto: Auto2000
Jakarta - Sebagai merek besar di Indonesia, Toyota mengalami sedikit kendala pada penjualan mereka di awal tahun 2019. Setidaknya PT Toyota Astra Motor sebagai pemegang merek di Indonesia mengungkapkan ada 3 faktor penyebab mandeknya penjualan mereka di kuartal pertama ini.

Faktor pertama adalah Avanza baru yang menjadi ujung tombak penjualan mereka baru mengalami penyegaran di awal tahun.

"Kita baru launch Avanza baru which is backbone penjualan kita itu pertengahan bulan Januari dan produksinya pun baru start di Januari masih sedikit sekali, itu faktor yang membuat penjualan Toyota turun," ungkap Marketing Director PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi saat ditemui di peluncuran C-HR Hybrid di Senayan, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).



Faktor keduanya adalah pesaing Avanza, yaitu Mitsubishi Xpander yang pada kuartal tahun lalu mulai mengirimkan produknya pada awal tahun 2018. Xpander yang sudah bisa dipesan sejak akhir tahun 2017 tentu sudah siap dikirim pada awal tahun 2018.

"Kedua, dibandingkan dengan tahun lalu di kuartal 1 ada 2 produk, Xpander yang penjualannya sangat tinggi karena memang launch di akhir 2017. Karena itu SPK demand sudah ada tinggal suplay di awal tahun 2018," ujar Anton.

Terakhir Anton juga tidak memungkiri bahwa pesta demokrasi pemilihan umum dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 juga menjadi faktor yang berpengaruh. Ia berkaca pada pemilu sebelumnya di tahun 2014 pun mengalami hal yang sama.



"Kita lihat Pemilu 2014 saat LCGC baru launch itu sebenarnya market agak slowing down di bulan sekitar pemilu. Harapan kami setelah pemilu permintaan akan meningkat," lanjutnya.

Meskipun mengalami penurunan, Toyota berharap di sisa tahun ini penjualan akan tetap meningkat. Mereka pun juga optimis masih mampu mencapai penjualan 350.000 unit tahun ini.

"Walaupun ada penurunan kita tetap proyeksikan tahun ini harapan kami stabil dibandingkan dengan tahun lalu. Jadi di sisi market maupun Toyota sendiri, market tetap terjual di atas 1,1 juta dan Toyota bisa tetap terjual 350.000-an unit. Mudah-mudahan di kuartal 2, kuartal 3, kuartal 4 stimulan dari sisi ekonomi maupun dari sisi politik sudah lebih baik," pungkas Anton. (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed