Xpander dan Livina di Bulan Pertamanya, Mana Lebih Laris?

Dina Rayanti - detikOto
Kamis, 18 Apr 2019 15:23 WIB
Nissan Livina. Foto: Nissan
Jakarta - Kehadiran Mitsubishi Xpander membawa warna baru di segmen Low MPV. Di tubuh Mitsubishi, Xpander menjadi bintang yang memberikan kontribusi besar terhadap penjualan merek berlogo tiga berlian itu.

Meluncur pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, Mitsubishi mengaku kewalahan melayani pemesanan akan Low MPV perdananya itu. Berdasarkan catatan detikcom, 5.281 unit Xpander disebut Mitsubishi terpesan pada ajang itu.


Nyatanya secara distribusi wholesales yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia pada bulan pertamanya pengiriman Xpander dari pabrik ke diler hanya 1.096 unit. Distribusi Xpander kala itu memang belum maksimal. Bulan pertama distribusi memang belum bisa menjadi patokan mobil laris di pasaran atau tidak.

Di bulan kedua, Mitsubishi membuktikan kalau Xpander makin diminati orang Indonesia. Distribusi pada bulan kedua mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tercatat Mitsubishi bisa mengirimkan 2.351 unit Xpander ke diler-dilernya demi memenuhi permintaan konsumen. Seperti diketahui, konsumen harus banyak yang mengantre berbulan-bulan karena distribusi Xpander yang masih belum maksimal.

Distribusi Xpander kian meranjak pada bulan ketiga bahkan naik hingga dua kali lipat menjadi 4.881 unit. Menutup tahun 2017, Mitsubishi masih mampu mengirimkan 4.642 unit Xpander ke diler. Tren positif Xpander masih terus berlanjut hingga saat ini. Sebagai pendatang baru, Xpander mampu menyaingi pesaing utama di segmen Low MPV yakni Avanza.


Apa yang dialami oleh Xpander justru berbeda dengan kembarannya Livina. Distribusi Livina di bulan pertamanya lebih besar. Pada Maret 2019 atau tepat sebulan usai Nissan meluncurkan Livina, LMPV itu terkirim sebanyak 2.435 unit ke seluruh diler-dilernya.

Dari 2.435 unit, 740 diantaranya sudah dikirim ke konsumen yang telah memesan Livina. Jika angka distribusi Livina stagnan, maka Xpander boleh dibilang lebih unggul. Namun masih butuh waktu beberapa bulan ke depan untuk memastikan apakah Livina mampu bersaing dengan para kompetitornya. Karena angka distribusi di bulan pertama belum bisa menjadi patokan.

(dry/ddn)