ADVERTISEMENT
Senin, 15 Apr 2019 14:38 WIB

BRI Jadi Bank Pertama di Indonesia yang Beri Kredit Mobil Listrik

Robi Setiawan - detikOto
Foto: Robi Setiawan/detikcom Foto: Robi Setiawan/detikcom
Jakarta - Mobil listrik di Indonesia semakin memasuki eranya, seiring dengan tren penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Melihat hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) pun umumkan fasilitas pembiayaan mobil listrik melalui Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) BRI.

"Ini (BRI) menjadi bank yang pertama yang memberikan fasilitas kredit kendaraan bermotor (untuk mobil listrik), yang tentu harapannya bisa dapatkan respon yang baik dari masyarakat," kata Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani dalam acara KKB BRI Green Evironment di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Handayani mengatakan dalam menyediakan fasilitas pembiayaan mobil listrik KKB, BRI bekerja sama dengan beberapa pabrikan mobil seperti Mercedez Benz, BMW, Nissan, dan Mitsubishi. Selain itu ada pula Agen Pemegang Merek (APM) lainnya yang telah atau siap memproduksi dan menjual kendaraan listrik di Indonesia.


"Sebagai bank terbesar yang dimiliki Indonesia, tentu ini jadi komitmen kami untuk selalu memberikan support kepada pemerintah, mendukung program pemerintah. Tentu yang paling penting adalah memberikan kemudahan bagi nasabah kami jika mereka ingin membeli mobil listrik," ujarnya.

Untuk skemanya, Handayani menjelaskan bunga KKB mobil listrik ini cukup bersaing, yaitu 3,8%. Sementara untuk tenor menurutnya khusus di KKB mobil listrik ini Bank BRI memberikan tenor hingga enam tahun, yang mana biasanya tenor KKB Bank BRI hanya sampai lima tahun.

"Kemudian kami juga ada gimmick-gimmick program bersama dengan PLN dan APM untuk memudahkan nasabah mengisi listrik yaitu dengan memberikan gratis alat charging. Jadi nasabah enggak perlu beli lagi atau mencari alat charging," paparnya.

Sampai saat ini pengembangan kendaraan listrik di Indonesia sudah menjadi bagian dari roadmap pengembangan kendaraan bermotor nasional. Pada 2025 pemerintah menargetkan 20% kendaraan yang diproduksi adalah kendaraan dengan emisi karbon rendah (LCEV), termasuk di dalamnya kendaraan listrik.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Kepala Seksi Sumber Daya Industri dan Sarana Prasarana Industri Kementerian Perindustrian, Andi Komara menjelaskan salah satu tantangan dari upaya mendorong penggunaan kendaraan listrik adalah harga. Biaya produksi kendaraan konvensional masih lebih murah dibanding kendaraan ramah lingkungan dengan menggunakan listrik.


"Tanpa adanya kredit khusus itu sangat mustahil untuk memasarkan kendaraan LCEV ini," kata Andi.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara ini juga Manajer Pemasaran PT PLN Disjaya Mayang, perwakilan dari Astra BMW Teguh Widodo, dan musisi sekaligus influencer Kallula Harsinta Esterlita. (ega/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com