Rabu, 27 Mar 2019 14:02 WIB

Akhir-akhir Ini Kenapa Banyak Pabrikan Otomotif Kerja Sama?

Ridwan Arifin - detikOto
Aliansi Renault Nissan Mitsubishi. Foto: Renault Aliansi Renault Nissan Mitsubishi. Foto: Renault
Jakarta - Kesepakatan dua perusahaan otomotif bekerja sama akhir-akhir ini bukanlah sesuatu yang langka. Sebut saja Toyota-Suzuki, BMW-Daimler, Suzuki-Mazda, atau Toyota-BMW, Mitsubishi-Renault-Nissan, VW-Ford dan masih banyak lagi.

Langkah tersebut diambil demi membangun sebuah mobil baru dengan menekan biaya riset dan pengembangan yang dibagi bersama. Hal itu seperti yang diungkapkan Direktur Pusat Penelitian Industri Otomotif di Cardiff Business School, Prof Peter Wells.



"Penelitian dan pengembangan untuk mengembangkan teknologi baru ini juga menelan biaya miliaran, jadi masuk akal untuk berbagi beban daripada menggandakan," kata Prof Wells seperti dikutip dari BBC, Rabu (27/03/2019).

Pun demikian, menyambut era kendaraan listrik serta teknologi otonom (tanpa pengemudi) merupakan tanda yang jelas tentang bagaimana industri otomotif telah berubah. Sehingga produsen kendaraan konvensional perlu bekerja sama untuk mempersiapkan diri menghadapi era yang disebutnya belum jelas ke mana arahnya.

"Tidak ada yang tahu persis apa yang akan terjadi dengan mobilitas masa depan, jadi orang berkumpul (bekerja sama) untuk menurunkan risiko," tambah Prof Peter Wells.

Jadi para pembuat mobil harus berjuang untuk tetap relevan, terutama karena perusahaan teknologi seperti perusahaan Uber dan bisnis mobil tanpa pengemudi Google Waymo dirasa bakal mengambil alih bisnis mereka.



Ancaman yang lebih besar yang mendorong pembuat mobil untuk bekerja sama adalah kepemilikan mobil bisa turun, saat kendaraan tanpa pengemudi lepas landas dan dirasa semakin banyak orang yang lebih memilih untuk menyewa atau meminjam mobil daripada membelinya.

"Ada banyak kekhawatiran tentang perusahaan teknologi mengambil alih industri, tetapi ini sedikit surut karena perusahaan teknologi melihat betapa sulitnya membuat mobil," kata Prof Wells.

"Lihatlah Tesla--ini baru saja mulai menghasilkan keuntungan setelah 15 tahun beroperasi. Ini bukan industri yang mudah untuk menghasilkan uang," tambah Wells. (riar/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com