Minggu, 24 Mar 2019 07:25 WIB

Mending Mana Mobil Pakai CVT atau Transmisi Matik Biasa?

Dina Rayanti - detikOto
Transmisi matik. Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Transmisi Continously Variable Transmission alias CVT sudah tersemat di banyak model mobil yang dijual di Tanah Air. CVT terbilang baru dibandingkan dengan transmisi matik biasa.

Melansir CJ Pony Parts, Minggu (24/3/2019), CVT menggunakan sebuah sistem mirip katrol bukan roda gigi seperti halnya transmisi matik biasa. Satu katrol terhubung ke mesin sementara satu lagi langsung tersambung ke transmisi. Masing-masing katrol dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan untuk tetap berada dalam kisaran yang optimal.


Sedangkan transmisi otomatis biasa beroperasi mirip dengan transmisi manual. Bedanya rasio gigi yang diperlukan untuk masing-masing kecepatan dan kondisi jalan sudah diatur secara otomatis.

Transmisi matik biasa menggunakan sistem hidrolik yang dapat merespon tekanan dari kondisi mengemudi untuk secara otomatis menentukan gigi apa yang tepat.

CVT diklaim memiliki beberapa keuntungan. Tapi tak luput juga dari kekurangan. Bisa mengatur rasio gigi secara instan dengan kisaran tertentu membuat transmisi CVT diklaim bisa membuat mobil lebih hemat bahan bakar dibandingkan tranmisi matik biasa.

Inilah yang menjadi salah satu alasan mobil hybrid kebanyakan menggunakan transmisi CVT. Tentu membuat konsumsi bahan bakar lebih hemat.


Keuntungan lain transmisi CVT adalah bisa dengan mudah menjaga rasio torsi agar tetap ideal. CVT juga lebih responsif. Tak perlu waktu lama untuk memacu mobil usai berhenti di lampu merah misalnya.

Variabel tranmsisi yang ada dalam CVT membuatnya untuk menemukan rasio gigi ideal dan bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Mengendarai mobil dengan transmisi CVT memang terkenal nyaman. Pergantian gigi halus dan tak terasa, berbeda halnya dengan transmisi otomatis biasa.

Sayangnya CVT kurang bertenaga. Maka dari itu mobil-mobil berperforma tinggi jarang menggunakan CVT sebagai transmisinya. Transmisi CVT juga dikenal mahal dibandingkan transmisi matik biasa. Oleh karena itu mobil yang dibekali transmisi CVT pun harganya lebih mahal dibandingkan transmisi matik biasa.


Suara raungan dari mesin CVT juga terbilang kurang baik dibandingkan transmisi matik biasa.

Secara keseluruhan masing-masing transmisi memiliki kelebihan dan kekurangan dan cocok-cocokan dengan para pengemudinya. Jika detikers menghabiskan banyak waktu di jalan yang macet dan hemat bahan bakar CVT bisa menjadi pilihan.

Namun jika mencari mobil matik dengan harga jual lebih murah bisa transmisi matik biasa bisa menjadi pilihan.



Simak Juga 'Mau Tahu Mobil Termahal Sedunia? Tonton Video Ini':

[Gambas:Video 20detik]

(dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com