Sebagaimana dikatakan Kepala Wilayah IBB Astra UD Truck Hendro Priyo Purnomo, kini pemerintah sedang tidak 'galak' untuk menertibkan truk-truk yang bandel. Sehingga, tak heran truk tidak sesuai aturan beroperasi.
"Lebih dari 50 persen yang merubah rancang bangun truknya tak sesuai dengan aturan, itu yang saya lihat dan sering temui. Tapi saya ini mengaca pada kategori 3 dan 4, ya," katanya di Jakarta, Selasa (19/3/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yah karena kan kalau bicara pembatasan tonase (muatan) misalkan, seperti jalan tidak jalan ya saya lihatnya. Penertibannya sudah anget-anget saja. Dulu kan tiap ada dimensi yang lebih, diberi tanda gitu untuk disuruh potong. Nah ini follow-up nya tidak ada," papar Hendro.
"Sekarang saya masih kadang-kadang lihat ada truk yang tak sesuai, tapi lolos gitu. Tidak tahu deh bagaimana. Namun memang pemerintah juga kalau terlalu tegas susah juga kan. Kebijakan harus populer akhir-akhir ini," lanjutnya.
Baca juga: Lebih dari 50% Truk di Indonesia 'Nakal' |
Tapi ia percaya, akan ada suatu cara agar pebisnis sadar untuk melakukan pendewasaan pada kendaraan angkutnya yakni truk.
"Sekarang pebisnis juga ada yang dari kaum milenial. Mereka ini mindset nya berbeda yaitu sadar dengan teknologi dan perubahannya serta melihat sesuatu dari total cost. Tidak hanya owning cost (biaya memiliki truk atau harga jual truk. Asalkan murah, dibeli)," kata Hendro. (ruk/dry)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit