Rabu, 06 Mar 2019 19:54 WIB

Toyota Pertimbangkan Sienta di Indonesia Usung Hybrid

Luthfi Anshori - detikOto
All New Sienta Foto: M Luthfi Andika All New Sienta Foto: M Luthfi Andika
Jakarta - Toyota Sienta diperkenalkan di Indonesia mulai Agustus 2016 lalu, sebagai mobil impor CBU dari Jepang yang punya desain ikonik dan bergaya anak muda. Dengan konsep MPV boxy dan pintu geser yang menjadi ciri khas, Toyota Sienta langsung jadi penantang serius bagi Honda Freed.

Di awal kemunculannya, Sienta memang sempat diminati banyak konsumen. Bahkan penjualannya sampai bisa di atas 2.000 unit per bulan. Namun, seiring berjalannya waktu, Toyota Astra Motor seperti 'kehabisan bensin' dan membiarkan Sienta hanya terjual ratusan unit saja per bulannya.



Dengan kondisi penjualan yang tidak semegah awal kemunculannya, apakah Toyota Astra Motor tidak berminat menghadirkan produk facelift Toyota Sienta? "Saat ini kami juga sedang pelajari (kemungkinan tersebut). Kami harus lihat juga kebutuhan konsumen di segmen ini seperti apa. Sebab keunggulan Sienta itu ada di bagian sliding door dan ukuran mobilnya sendiri. Itu yang jadi alasan konsumen beli Sienta," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandi, kepada wartawan di Menteng, Jakarta Pusat.

Di Jepang sendiri sebenarnya Toyota Sienta sudah ada versi hybrid. Dan di Indonesia sendiri, Toyota Sienta varian hybrid masih dalam tahap riset. "Hybrid di Jepang sudah ada, tapi di Indonesia kami masih terus mempelajari. Belum ada plant ke sana ya. Kami pelajari juga, produknya available atau tidak. Dan apa cocok atau tidak jika dijual di Indonesia," lanjut Anton.



Dan bicara penggunaan mesin hybrid di segmen medium, TAM sendiri mengaku masih mengomunikasikannya dengan pihak prinsipal. "Kami masih bicarakan juga ya dengan pihak prinsipal. Kami masih komunikasi soal harga terbaik untuk konsumen, artinya lebih terjangkau ketimbang produk non hybrid. Kedua, saya rasa peraturan pemerintah bisa membantu supaya harga hybrid lebih terjangkau dari sekarang," katanya lagi.

"Dengan harga kompetitif, pangsa hybrid akan meningkat dan membuat transisi bahan bakar yang dulunya kami menggunakan combustion engine, akan melaju ke hybrid dengan lancar," pungkasnya. (lua/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com