Perang Harga Livina di Antara Avanza Cs

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 20 Feb 2019 18:30 WIB
Low MPV. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pilihan mobil Low MPV semakin banyak setelah Nissan meluncurkan Livina versi terbaru. Wujudnya pun berubah, tak lagi MPV dengan rasa sedan. Kini Livina sangat mirip dengan Xpander. Ground clearance bertambah tinggi.

Sederet ubahan pada Livina disertai fiturnya menjadi modal Nissan bertarung dengan LMPV lain. Tak cuma itu, penempatan harga juga menjadi salah satu amunisi Livina. Kalau dulu harga termurah Livina sudah berada di angka Rp 224 juta saat ini lebih murah.


Nissan membanderol Livina mulai dari Rp 198,8 juta hingga termahal Rp 261,9 juta. Banderol Livina bahkan lebih murah dari sang kembaran Xpander. Harga Xpander varian terendah ditawarkan mulai Rp 206,1 juta. Sedangkan varian tertingginya hanya berselisih Rp 1 juta lebih murah dari Livina.

Jika membandingkan dengan para kompetitornya harga Livina masih di atas rata-rata.

Membandingkan dengan mobil sejuta umat Toyota Avanza sebenarnya varian terendah tak berbeda jauh yaitu Rp 191,1 juta. Namun untuk Avanza versi tertinggi banderolannya Rp 221,25 juta. Kalau Otolovers mencari Avanza versi lebih mewah ada Veloz.


Veloz dijual mulai Rp 215,54 juta. Veloz paling mahal pun harganya masih berada di bawah Livina yaitu Rp 239,45 juta. Sang kembaran Xenia pun masih bisa dibilang terjangkau di antara para pesaingnya. Daihatsu menawarkan Xenia dengan harga Rp 183,35 juta sampai Rp 228,95 juta.

Harga yang mirip-mirip pun ditawarkan oleh Suzuki pada model Ertiga. Ertiga dijual mulai Rp 196 juta sampai yang termahal Rp 241,5 juta. Begitupula Honda Mobilio. Tak ada Mobilio yang harganya tembus Rp 250 juta. Mobilio paling murah dijual Rp 194 juta sedangkan yang paling mahal Rp 248 juta.

Terakhir LMPV murah ditawarkan oleh Wuling Confero. Wuling Confero paling mahal tak ada yang harganya lebih dari Rp 200 juta. Confero paling murah harganya Rp 143,8 juta sedangkan yang termahal Rp 178,8 juta.

Meski banderolan harga Livina terbilang termahal di antara kompetitornya, namun Nissan masih optimis Livina bisa diterima masyarakat Tanah Air.


"Saya pikir, ini dikembalikan ke konsumen. Tentunya di Indonesia memang sangat sensitif soal harga, tapi saya harap konsumen bisa mengerti fitur-fitur dan kualitas yang kami bawa itu masuk akal atau tidak," jelas Sekiguchi.

"Saya tidak mengatakan mobil kami mahal di segmen MPV, masih kompetitif. Saya harap konsumen mengerti fitur-fitur yang ada di dalamnya," tutup Sekiguchi.

Gimana Otolovers, pilih yang mana nih? (dry/ddn)