Senin, 18 Feb 2019 21:21 WIB

Prancis Kucurkan Rp 11 Triliun untuk Pabrik Baterai Mobil Listrik

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Baterai yang menjadi komponen utama kendaraan listrik di masa depan akan menjadi industri bersaing. Sebab, pergerakan paling dekat untuk dunia otomotif adalah tergesernya mobil dan motor konvensional atau internal combustion engine (ICE) ke listrik.

Tak heran berbagai negara tengah mengembangkan baterai untuk kendaraan listrik. Prancis misalkan, yang sepertinya tak ingin ketinggalan momen. Bahkan disebutkan ada investasi sebesar 700 juta euro atau sekitar Rp 11 triliun untuk membuat pabrik baterai mobil listrik.


Hal itu diucapkan Presiden Prancis, Emmanuel Macron saat melakukan pidato di Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor sebagaimana dilansir carscoops. Ia memaparkan, investasi tersebut akan dimanfaatkan untuk mengembangkan industri baterai kendaraan listrik selama lima tahun ke depan.

Menurut Macron, langkah tersebut sudah sangat tepat, mengingat saat ini para produsen mobil di Eropa mulai menyadari ketergantungan mereka terhadap pasokan dari Cina akan menimbulkan ancaman nyata bagi negara-negara di Eropa terutama di era perang perdagangan internasional saat ini.

"Sebagai Presiden Prancis, saya tidak bisa bahagia dengan situasi seperti ini. Di mana 100 persen baterai kendaraan listrik justru diproduksi di Asia," kata Macron.


Tidak hanya memproduksi baterai kendaraan listrik sendiri, Macron juga merencanakan bahwa Prancis dapat meningkatkan infrastruktur terkait tempat pengisian daya kendaraan listrik. Dengan semakin banyaknya tempat pengisian daya kendaraan listrik diharapkan akan membantu meningkatkan kepercayaan diri para pengguna kendaraan mesin konvensional untuk beralih ke kendaraan listrik. (ruk/ruk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed