Senin, 18 Feb 2019 07:59 WIB

Suku Cadangnya Mahal, Grand Livina Bekas Kurang Diminati

Ridwan Arifin - detikOto
Nissan Grand Livina. Foto: Ridwan Arifin Nissan Grand Livina. Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Merek mobil Nissan di Indonesia dikeluhkan akan biaya servis yang cukup tinggi. Bahkan disebut-sebut, servis mobil Nissan lebih mahal dibandingkan pabrikan Jepang lainnya.

Kondisi tersebut juga turut diungkapkan salah satu pedagang mobil bekas di wilayah Depok, Jawa Barat. Menurutnya jumlah diler dan harga suku cadang juga berdampak pada penjualan mobil Grand Livina bekas.


"Karena memang Nissan sparepart nya dia lebih mahal, jaringan dilernya tidak sebanyak Toyota. Beda kan, Toyota banyak, ngejual Livina sebenarnya nggak susah juga kalau dapat barangnya bagus, cuma agak lama," kata Sadeli dari Pesona Mobil, Depok Jawa Barat, Sabtu (16/02/2019).

Lebih lanjut, Sadeli mengatakan karena hal tersebut kompetisi antar LMPV masih didominasi oleh Avanza. Selain harganya yang terbilang lebih tinggi, peminatnya pun lebih banyak ketimbang Nissan Grand Livina.

"Beda harga mobil bekasnya jauh lebih murah ketimbang merk Avanza, memang saya akui teknologi nya bagus dia (Grand Livina)," kata Sadeli.


Terkait biaya servis dan spare part yang mahal, beberapa waktu yang lalu pihak Nissan pun menampik hal tersebut. Menurut Head of Communication Nissan Motor Indonesia, Hana biaya servis tersebut normal seperti pabrikan lain pada umumnya.

"Kita khawatirkan itu cuma persepsi ya. Seperti spare part mahal atau susah dicari kan realitanya nggak gitu. Jadi kita khawatir cuma persepsi aja," jelas Hana saat dihubungi detikOto melalui sambungan telepon, Rabu (13/02/2019). (riar/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed