Rabu, 13 Feb 2019 13:28 WIB

Servis Mobil Disebut Mahal, Nissan: Cuma Persepsi

Dina Rayanti - detikOto
Bengkel Nissan. Foto: Nissan Motor Indonesia Bengkel Nissan. Foto: Nissan Motor Indonesia
Jakarta - Merek mobil Nissan di Indonesia sering dikeluhkan akan biaya servis yang cukup tinggi. Bahkan disebut-sebut, servis mobil Nissan lebih mahal dibandingkan dengan pabrikan Jepang lainnya.

Pihak Nissan pun menampik hal tersebut. Menurut Head of Communication Nissan Motor Indonesia, biaya servis tersebut normal seperti pabrikan lain pada umumnya.


"Kita khawatirkan itu cuma persepsi ya. Seperti spare part mahal atau susah dicari kan realitanya nggak gitu. Jadi kita khawatir cuma persepsi aja," jelas Hana saat dihubungi detikOto melalui sambungan telepon, Rabu (13/11/2019).

Selain itu layanan purnajual Nissan juga tak lepas dari keluhan para konsumen. Demi menjaga konsumennya, Hana menyebut Nissan terus meningkatkan layanan purnajualnya. Hal itu ditunjukkan dengan menambah diler dan pelayanan purnajual hingga saat ini sudah ada 106 diler.

"Kita sebenarnya di Nissan layanan purna jual sudah ditingkatkan dari jumlah outlet sampai layanan purnajual, kualitas fasilitas baru, desain baru jadi customer lebih nyaman," tutur Hana.

"Jadi nggak hanya kuantitas aja tapi kualitas juga. Peningkatan kualitas itu kita ada Nissan Academy dan teknisi kita juga pernah menang," tutup Hana.


Layanan aftersales alias purnajual ini memang menjadi salah satu konsen orang Indonesia sebelum membeli mobil. Tentunya mereka tak ingin kesusahan ketika melakukan servis rutin. Hal serupa juga menjadi fokus para pabrikan.

Tak hanya menjual mobil, para pabrikan juga gencar membangun layanan purnajual di berbagai daerah agar lebih terjangkau bagi masyarakat yang tinggal di pelosok. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed