Lantas bagaimana tanggapan produsen mobil premium seperti BMW mengenai kebijakan tersebut?
Seperti yang dikatakan oleh Vice Presiden of Corporate Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania tentu dengan adanya DP nol persen akan menstimulus penjualan kendaraan, terlebih segmen premium yang dibarengi pertumbuhan ekonomi dengan kelas atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dp nol persen, pasti pelaku bisnis akan mendukung, apalagi untuk kendaraan premium atau pelaku bisnis di lifestyle premium, karena segmen menengah ke atas semakin tumbuh dan meningkat," ujar Jodie.
"Pastinya BMW sangat mendukung dengan adanya kemudahan bagi pelanggan untuk bisa melakukan cicilan, tapi kita harus lihat lagi detailnya seperti apa, syarat-syarat pendukungnya," kata Jodie.
Namun pada faktanya, pelanggan BMW lebih banyak melakukan transaksi tunai ketimbang kredit. "Untuk BMW sendiri transaksi menggunakan uang cash masih lebih banyak, sekarang yang aku bisa katakan 60 persen melakukan transaksi cash," tutur Jodie.
"Pelanggan BMW kebanyakan pelaku bisnis dan mereka melihat keuntungan secara detail. Jadi dengan mencicil pasti akan ada jumlah yang lebih banyak untuk dibayarkan, mereka lebih membayar tunai," kata Jodie.
(riar/ddn)











































Komentar Terbanyak
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak
Wujud Mobil Keciduk Isi BBM Subsidi Berulang dalam Sehari, Pakai QR Code Beda-beda
Kenapa Balik Nama Mobil-motor Bekas Masih Harus Keluar Duit?