Minggu, 03 Feb 2019 14:29 WIB

Mitsubishi Tunggu Perpres Mobil Listrik di Indonesia

Rizki Pratama - detikOto
Mobil listrik Mitsubishi i-MiEV. Foto: Rengga Sancaya Mobil listrik Mitsubishi i-MiEV. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Saat ini industri mobil, pemerintah, dan akademisi sedang mencari jalan tengah dalam menyiapkan penggunaan kendaraan mobil listrik sebagai sarana transportasi ramah lingkungan di masa depan. Terlepas dari itu semua sejumlah produsen sudah siap dengan teknologi mereka dan hanya menunggu ketukan palu dari pemerintah untuk menghadirkan mobil listrik.

Salah satu merek mobil di Indonesia, Mitsubishi sedang menyusun rencana untuk persiapan memasuki era mobil listrik. Khusus untuk Indonesia, Mitsubishi masih menunggu hasil akhir dari Perpres mengenai mobil listrik yang rencanannya akan dikeluarkan pada bulan Februari ini.



"Ini masih menjadi isu yang kami diskusikan, tidak hanya di sisi kami tapi juga dari sisi pemerintah. Saat ini kami sendiri sudah punya solusi untuk area ini, seperti yang diketahui Mitsubishi sudah memasarkan di dunia kendaraan listrik oleh karena itu kita bersama pemerintah dan prinsipal menunggu arahan dari sana," ujar Director of Sales PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Michimasa Kono saat ditemui usai peresmian diler Mitsubishi Motors di kawasan Cilegon, Banten (30/1/2019).

Para pemegang merek kendaraan di Indonesia akan segera mendapatkan kepastian pada bulan Februari setelah perpres disahkan oleh Presiden Jokowi.



Hal ini diungkapkan oleh Penasihat Khusus Menteri Bidang Kebijakan Inovasi dan Daya Saing Industri Kemenko Bidang Maritim, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam diskusi yang diadakan oleh Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) di BSD, Tangerang, Rabu, (30/01/2019). "Pada kesimpulan kita harus siap untuk menjadi bagian industri kendaraan listrik khususnya mobil listrik berbasis baterai," ungkapnya.

Pakar Teknik Ketenagalistrikan Institut Teknologi Bandung (ITB), Agus Purwadi juga mengharapkan hal Perpres mobil listrik segera dikeluarkan. Pasalnya, penggunaan mobil listrik harus segera direalisasikan supaya negara tidak terus mengalami devisa karena impor minyak serta pengurangan emisi pada udara.

"Kita harap ini segera dikeluarkan, negara mengalami devisa terus menerus dari impor BBM yang besar. Selain itu mobil listrik ini juga bagus untuk menekan polusi udara yang beredar dari hasil mobil berbahan bakar fosil," ujar Agus usai memaparkan hasil penelitiannya dalam Seminar Otomotif Indonesia-Jepang (29/1/2019). (rip/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com