Selasa, 22 Jan 2019 13:43 WIB

Mercy Janji Kurangi Impor Mobil

M Luthfi Andika - detikOto
Foto: Istimewa/Mercedes-Benz Foto: Istimewa/Mercedes-Benz
Yogyakarta - Demi merangsang industri otomotif Indonesia, pemerintah terus melakukan berbagai cara agar setiap pabrikan bisa melakukan produksi atau minimal merakit di Indonesia. Salah satu cara yakni mengurangi kendaraan impor yang masuk di Indonesia.

Produsen mobil mewah Mercedes-Benz berjanji untuk mengurangi kendaraan yang diimpor secara utuh ke Indonesia.

"Impor akan kami kurangi, tapi saya tidak bisa katakan seberapa banyak.. Tapi yang bisa kami katakan kami mendukung kebijakan pemerintah untuk CKD (Completely Knock Down)," ujar President & CEO PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia Roelof Lamberts, di Yogyakarta beberapa waktu lalu.



Tentu ini menjadi tantangan para industri otomotif, terlebih pabrikan Eropa yang kebanyakan masih memilih untuk mendatangkan kendaraan secara utuh atau Completely Build Up (CBU) ke Indonesia.


"Pembatasan impor apakah berpengaruh terhadap penjualan? Pada dasarnya kami memiliki dan mengerti apa yang diinginkan pemerintah untuk menambah lokal produk," kata Roelof.

"Dan kami sudah mempersiapkan produk CKD dan memilah model apa untuk CBU, dan kami akan masih melakukannya itu," katanya.



Mercedes-Benz selama ini merakit mobil-mobilnya di pabrik Mercedes- Benz Wanaherang Bogor. Pabrik ini mampu merakit enam jenis mobil penumpang yakni Sedan C-Class, E-Class, S-Class serta SUV GLC, GLE dan GLS. Selain itu pabrik juga memproduksi tiga sasis bus, perakitan truk Axor dimulai pada tahun 2017.

Pabrik Mercedes-Benz Wanaherang didirikan pada tahun 1978 di area seluas 410.000 meter persegi. Didukung lebih dari 475 pegawai, pabrik Mercedes-Benz di
Wanaherang merupakan salah satu perusahaan otomotif terbesar di kawasan tersebut.



Simak juga video 'Si Kecil Sporty, SUV Mercy':

[Gambas:Video 20detik]

(lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com