Kamis, 10 Jan 2019 12:22 WIB

Penjualan Mobil China Turun untuk Pertama Kalinya dalam 20 Tahun

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil China JAC (Foto: Hany Koesumawardani) Mobil China JAC (Foto: Hany Koesumawardani)
Beijing - Penjualan mobil di China mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir dalam laporan akhir di tahun 2018. Hal ini memicu kekhawatiran pasalnya negeri tirai bambu merupakan pasar otomotif terbesar di dunia.

Asosiasi Mobil Penumpang China seperti dilansir CNN, Rabu (9/1/2019) mengatakan bahwa penjualan kendaraan turun 5,8% pada 2018 menjadi 22,4 juta kendaraan. Rekor ini merupakan penurunan tahunan pertama dalam hampir 20 tahun.

Sebagai pasar otomotif terbesar di dunia banyak produsen mobil global bergantung pada konsumen China yang membeli kendaraan saat mereka bergabung dengan kelas menengah. Tidak bisa dipungkiri pasar menjadi lebih sulit tahun lalu karena perlambatan tajam ekonomi di Tiongkok. Pertumbuhan pada tahun 2018 diklaim menjadi yang terlemah sejak 1990, dan 2019 terlihat lebih buruk.



Ekonomi terbesar kedua di dunia ini merasakan efek dari upaya pemerintah untuk mengendalikan pinjaman berisiko setelah kenaikan tingkat utang yang cepat. Ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat hanya memperburuk keadaan.

General Motors ( GM ) mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya mengirimkan 3,6 juta kendaraan di China tahun lalu, hampir 10% lebih sedikit daripada tahun 2017. GM berencana untuk meluncurkan lebih dari 20 model baru dan segar tahun ini di China.

Volkswagen, yang juga merupakan produsen mobil terbesar di dunia, belum melaporkan data tahunan. Namun penjualannya di China turun 7,3% pada November dibandingkan dengan tahun sebelumnya.



"Seperti pada bulan-bulan sebelumnya, perselisihan tarif dengan AS memiliki dampak nyata pada keseluruhan pasar [di Asia]," katanya bulan lalu.

"Keengganan konsumen Tiongkok untuk membeli kendaraan menyebabkan jatuhnya pengiriman." tambahnya.

Tak berhenti di situ. Produsen mobil Geely memperkirakan penjualan akan rata di 1,5 juta kendaraan tahun ini, setelah pertumbuhan 20% pada 2018. Perusahaan lain yang mengandalkan pasar besar China untuk meningkatkan penjualan global mereka juga mendapat tekanan.

Apple mengatakan pekan lalu bahwa melemahnya pertumbuhan ekonomi di China telah merusak penjualan iPhone. CEO Tim Cook mengatakan perusahaan telah dibabi buta oleh "besarnya perlambatan ekonomi" di sana. (riar/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed