Rabu, 09 Jan 2019 14:11 WIB

Diserang Xpander dan Wuling, Toyota Girang Avanza Laris Manis

Dina Rayanti - detikOto
Avanza. Foto: Ari Saputra Avanza. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kalau biasanya model mobil bisa cepat membosankan dalam beberapa tahun beda halnya dengan Avanza. Sudah 15 tahun ada di Indonesia, Avanza belum juga bisa tergantikan oleh model lain sebagai model terlaris.

Tahun 2003 dikenalkan kemudian setahun setelahnya mulai dijual di Tanah Air, Avanza masih berkiprah di Indonesia hingga saat ini. Secara tampilan wajah dari masa ke masa, Avanza tidak banyak berubah. Tapi sepertinya itu tak menjadi masalah buat orang Indonesia.


Banyaknya produsen mobil yang ikutan nyemplung membuat mobil sejenis Avanza dengan model dan fitur lebih lengkap juga masih belum bisa menandingi Avanza.

"Kita juga di tengah market pemain bertambah tapi kita sangat bersyukur bahwa Avanza kita masih menjadi pilihan yang paling utama di tahun 2018," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Henry Tanoto di Jakarta.

Dalam catatan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), periode Januari hingga November 2018 Avanza masih mempertahankan mahkotanya sebagai mobil paling laris di Indonesia dengan total 75.496 unit. Seperti diketahui tahun 2017 Avanza seolah mendapat serangan.

Pertama saat mobil China Wuling Confero meluncur. Wuling merilis Confero dengan harga miring, perbedaannya dengan Avanza sekitar Rp 40 jutaan. Usaha Wuling dengan harga murah belum sepenuhnya berhasil.


Begitupula dengan Xpander. Lahir pada Agustus 2017, Xpander belum bisa menyalip melainkan baru sekedar menjadi bayang-bayang Avanza. Xpander pada periode yang sama tercatat sebagai mobil terlaris kedua dengan penjualan 70.679 unit.

Suzuki Ertiga yang memiliki wajah baru tahun 2018 pun belum bisa berbuat banyak. Penjualannya masih berada di tempat kesebelas mobil terlaris di Indonesia dengan 29.249 unit.

Mobil-mobil jenis MPV di Indonesia diprediksi oleh Henry masih akan memenuhi jalanan.

"MPV itu kalau di Indonesia walaupun kita bilang stagnan angka komposisinya besar sekali, 40 sekian persen itu adalah MPV. Jadi kalau angka itu di Indonesia MPV masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia namun SUV tren masih meningkat ke depannya," pungkas Henry. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed