Selasa, 01 Jan 2019 16:26 WIB

Mobil Bensin di Atas 1.500 cc Diramal Anjlok di 2019

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Penjualan Mobil. Foto: Grandyos Zafna Penjualan Mobil. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tahun sudah berganti menjadi 2019. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menargetkan penjualan mobil tahun ini stagnan. Sekitar 1,1 juta unit mobil ditargetkan terjual.

Di kalender China, tahun 2019 merupakan tahun babi tanah. Di tahun ini, ahli fengsui Suhu Yo memprediksi kendaraan ramah lingkungan lebih dipandang. Termasuk juga mobil yang mendapat sentuhan elektrifikasi.



"Otomotif yang bagus yang elektrik, elektrik yang jalan," kata Suhu Yo dalam acara Blak-blakan detikcom Selasa (1/1/2019).

Suhu Yo juga memprediksi mobil dengan mesin besar tidak banyak dilirik orang Indonesia. Terlebih, mobil bermesin 1.500 cc ke atas juga lebih boros bensin.

"Tapi otomotif (mobil) yang 1.500 cc ke atas itu jatuh banget, mobil yang 2.400 (cc), bukan diesel, bensin yang 2.400-3.500 (cc) itu sama sekali, walaupun orang kaya pun juga tidak akan mau beli. Dia bilang macet," katanya.



Suhu Yo juga memprediksi tahun 2019 ini lebih booming penggunaan motor listrik. Diberitakan sebelumnya, motor listrik ini sekarang sedang tren.

"Ini akan sudah mulai ditinggalkan motor-motor yang bensin. Tapi memang motor yang laku itu 150 cc sampai 200 cc paling laku-lakunya. Tapi motor-motor yang 100 cc-120 cc mulai menurun," ujar Suhu Yo.

Memang, di tahun 2019 ini beberapa pabrikan berkomitmen mulai menjajakan motor listrik. Salah satunya adalah motor listrik buatan anak bangsa, Gesits yang diwacanakan meluncur awal 2019 ini.



Simak juga video 'Teknologi Hybrid Ancam Kepunahan Kendaraan Bensin?':

[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com