Kamis, 27 Des 2018 20:44 WIB

Tantangan Utama Jualan Mobil di 2019 adalah...

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi jualan Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi jualan Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Setelah menutup penjualan tahun 2018 dalam beberapa hari lagi, para pelaku industri mobil indonesia tentu sudah menyiapkan berbagai strategi dalam memasarkan produk mereka pada tahun 2019 mendatang. Untuk tahun ini per November 2018 berdasarkan data dari Gaikindo industri Indonesia sukses memasarkan 1,063,464 unit.



Meskipun demikian kondisi pasar tahun depan tidak bisa ditebak dengan mudah seperti yang terjadi pada tahun ini, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan baru dan melonjak dolar terhadap Rupiah. Menjaga penjualan tetap tinggi dari tahun ke tahun tentu bukan hal yang mudah.

Banyak faktor lain yang juga akan menentukan transaksi penjualan seperti perubahan sistem pajak dan nilai tukar dollar terhadap rupiah. "Kita harap tidak ada banyak aturan atau kebijakan baru dari pemerintah yang akan mempengaruhi harga dan daya beli konsumen pada tahun mendatang," tambah Jongkie.



PDB per kapita masyarakat Indonesia yang masih kecil juga disinyalir berpengaruh terhadap penjualan mobil di Indonesia. PDB per kapita Indonesia tahun 2018 berada pada angka Rp 51,89 juta atau setara US$ 3.876,8.

Selain alasan di atas tentu ada banyak faktor lain yang bisa menyebabkan penurunan penjualan mobil karena harga yang naik pada tahun depan, semisal pajak dan BBN dari pemerintah yang berubah setiap tahunnya.

Hal ini diakui pabrikan otomotif, salah satunya Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, Amelia Tjandra, saat dihubungi detikoto beberapa waktu lalu. "Bulan Januari 2019 pasti naik harga mobil Daihatsu, alasan naiknnya itu adanya perubahan BBN. (rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com