Sabtu, 22 Des 2018 10:18 WIB

Investasi Hyundai di Indonesia Belum Termasuk Baterai Mobil Listrik

Ruly Kurniawan - detikOto
Logo Hyundai Foto: Ruly Kurniawan Logo Hyundai Foto: Ruly Kurniawan
Jakarta - Pabrikan mobil asal Korea Selatan, Hyundai membuat gebrakan besar di Indonesia. Hyundai akan membangun pabrik di Indonesia pada awal tahun 2019. Selain itu Hyundai juga berencana membangun mobil listrik.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan saat berkunjung ke kantor Transmedia, Jakarta, Jumat (21/12/2018) sore. Katanya, jumlah investasi yang digelontorkan Hyundai yakni US$ 880 juta (sekitar Rp 12 triliun) telah termasuk dalam perakitan mobil listrik.



"Investasi yang sekitar Rp 12 triliun itu juga untuk mobil listrik. Ini di luar baterainya. Lain lagi kalau kita berbicara baterai," kata Luhut.

Hal ini senada dengan apa yang diungkapkan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto tentang rencana produksi kendaraan listrik Hyundai di Indonesia, sebagaimana dilansir dari Reuters.



Bila melihat persaingan kendaraan roda empat di Indonesia, 'loncat' ke kendaraan listrik merupakan salah satu langkah strategis. "Akan sulit bila (berfokus) ke kendaraan konvensional. Merek Jepang sudah kuat (sekitar 94 persen kontribusinya-Red)," ujar Luhut.

Pabrik Hyundai di Indonesia nantinya memiliki kapasitas sekitar 250.00 unit termasuk untuk mobil listrik. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki cadangan bijih nikel laterit (komponen penting untuk baterai lithium-ion) yang banyak. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com