Rabu, 19 Des 2018 12:08 WIB

Bukti Orang Indonesia Mulai Percaya Mobil China

Dina Rayanti - detikOto
Wuling Cortez. Foto: Dok. Wuling
Jakarta - Menjadi pendatang baru dan berasal dari China tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Wuling. Soalnya, orang Indonesia masih memandang sebelah mata soal barang-barang yang berasal dari China termasuk mobil.

Bukan rahasia lagi bahwa mobil-mobil yang beredar di Indonesia didominasi oleh pabrikan Jepang. Setidaknya Wuling harus membuktikan kualitas mobilnya kuat laiknya mobil Jepang.

Kalau pembuktian produk membutuhkan waktu beberapa tahun, Wuling memilih untuk menjual mobilnya dengan harga murah dibandingkan kompetitornya. Berhasilkah Wuling?

Hampir 2 tahun berada di Indonesia, Wuling memang belum menjadi yang teratas. Namun setidaknya bisa menyalip salah satu produsen Jepang yang sudah lebih lama berada di Tanah Air, Nissan, dari segi penjualan. Nissan dalam beberapa tahun terakhir memang tidak meluncurkan mobil baru.



Hal tersebut membuat Wuling mendapat celah dan terbukti sepanjang 2018 penjualan Wuling lebih banyak dari Nissan.

"Buat kita itu adalah tanda positif artinya kepercayaan kepada Wuling bertambah. Mereka juga mulai percaya kita komit di sini bakalan jangka panjang, jadi senang juga sih," kata Brand Manager Wuling Motors Indonesia Dian Asmahani ketika dihubungi detikOto.

Dian menyebut pencapaian tersebut juga menjadi prestasi sendiri bagi Wuling yang baru meluncurkan produk pertamanya di Indonesia 1 tahun 5 bulan lalu.

"Dari konsumen review-nya makin positif kita makin berkembang belum 2 tahun, 1 tahun 5 bulan sejak produk pertama diluncuran artinya dalam 1 tahun 5 bulan kita sudah menjual itu 19 ribuan," ujar Dian.



Tercatat dalam data distribusi wholesales dan ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bermodalkan tiga model Wuling menjual lebih banyak mobil dari Nissan.

Misalnya bulan November secara wholesales (dari pabrik ke diler), Wuling mengirimkan 1.277 unit mobilnya ke diler. Sedangkan Nissan hanya 819 unit. Secara total wholesales Januari-November 2018, 14.677 unit Wuling dikirim ke diler. Sementara Nissan tidak sampai setengahnya yakni 6.378 unit.

Kenaikan penjualan Wuling ini didukung pula oleh data ritel (penjualan dari diler ke konsumen). Pada bulan kesebelas tahun 2018, sebanyak 1.119 unit mobil baru Wuling terparkir di garasi konsumen.

Penjualan ritel Nissan justru tidak tembus 1.000 unit. Dalam data Gaikindo Nissan hanya mengirim 619 unit mobilnya ke konsumen pada November 2018. Sejak awal tahun Wuling memang sudah ngegas. Kalau dijumlah selama 11 bulan, sebanyak 13.808 unit mobil Wuling dikirim ke seluruh konsumen di Indonesia.

Torehan bagus Wuling belum dicapai oleh Nissan selama 2018 ini. Penjualan ritel Nissan selama 11 bulan hanya 6.333 unit. (dry/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com