Selasa, 11 Des 2018 09:09 WIB

Standar Charging Station Mobil Listrik di RI Belum Ditentukan

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Mengingat charging station kendaraan listrik beragam serta memiliki risiko, diperlukan suatu standar agar menumbuhkan rasa aman dan nyaman penggunanya. Namun Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menetapkan hal tersebut padahal Pertamina sudah mulai memperkenalkan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) atau Green Energy Station (GES).

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wanhar memaparkan untuk standar charging station yang umum ada tiga tipe. Yakni tipe satu, dua, dan combo.

"Nah kalau kita pilih yang mana itu BSM, nanti kita akan menentukannya. Tapi maaf untuk saat ini belum dipastikan," katanya di Jakarta, Senin (10/12/2018).



"Namun bila melihat perkembangan teknologi saat ini akan lebih bijaksana tipe dua. Kami mengusulkannya begitu. Tapi nanti tergantung apakah sifat standar itu konsensus, kalau semua sepakat ya tipe dua. Namun bila tidak, ya kita tunggu," lanjut Wanhar.

Memang, menentukan standar charging station untuk kendaraan listrik tidak mudah. Sebab ada yang harus diperhatikan sebagaimana yang disampaikan Vice President of Corporate Communications BMW Group Indonesia, Jodie O'tania.



"Saya pikir ini menarik sebab tujuan besarnya adalah mempermudah konsumen untuk mengakses kendaraan listrik. Kalau kita berbicara public charging, standarnya itu dikeluarkan negara. Nah tiap merek otomotif seperti BMW itu menyesuaikan dengan standar yang diadopsi tersebut," ucapnya.

"Nah tapi apa si yang menentukan standar? Seharusnya dilihat dari keamanan dan kenyamanan konsumen. Karena ketika melakukan pengisian daya listrik itu ada pertukaran data dengan public charging sehingga timbul risiko seperti hacking," lanjut Jodie.

Maka, kata Jodie lagi, standar charging station harus menjamin keamanan data penggunanya. "Mempertimbangkan hal tersebut, itulah yang seharusnya dijadikan standar," tutupnya.



Tonton juga video 'Mobil Hemat Energi Karya Mahasiswa Makassar':

[Gambas:Video 20detik]

(ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com