Baca juga: Apa Kata Kemenperin Soal Mobil Nasional? |
"Esemka sudah diuji tipe sama kita, hasilnya dari 12 yang dilakukan uji tipe 11 lolos, artinya kalau sudah lolos uji tipe bisa diproduksi massal," ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi di acara safety riding Gojek, Pasaraya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Saat disinggung alasan mobil yang tidak lolos uji tipe, Budi tidak bisa mengetahuinya secara detail.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada satu yang belum lolos tapi sedang di improve oleh mereka sedang diperbaiki, tidak lolosnya di mana saya tidak hapal," kata Budi.
Namun ia menyebut rencananya mobil yang bakal pertama kali diproduksi adalah model pick up. Esemka, kata Budi, sudah melakukan uji tipe dari tahun 2014 dan kini dinyatakan siap untuk diproduksi massal.
Baca juga: 'Indonesia Baru Bisa Merakit Mobil Saja' |
"Rencananya yang mau diproduksi massal itu yang pick up dulu, dan itu sudah lolos uji tipe, tinggal mereka mungkin produksi massal," tutur Budi.
Sebelumnya detikOto sudah memberitakan ada beberapa model yang sudah lolos uji tipe di kementerian perhubungan.
- Garuda I 2.0 (4x4) MT : Mobil penumpang bukan sedan, BBM: Solar.
-Bima 1.3 L (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka, BBM: Bensin.
-Bima 1.0 (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka, BBM: Bensin.
-Niaga 1.0 (4x2) M/T : Mobil penumpang, BBM: Bensin.
-Bima 1.8D (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka, BBM: Solar.
-Bima 1.3 (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka, BBM: Bensin.
-Borneo 2.7D (4x2) M/T : Mobil bus, BBM: Solar.
-Digdaya 2.0 (4x2) M/T : Mobil barang bak muatan terbuka kabin ganda, BBM: Solar. (riar/lth)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin