Rabu, 21 Nov 2018 10:28 WIB

Bukan Mobil yang Jadi Biang Kerok Kemacetan, Tapi Hal Ini

Dina Rayanti - detikOto
Kemacetan di Jalan Palmerah Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho Kemacetan di Jalan Palmerah Jakarta. Foto: Rifkianto Nugroho
Ambon - Jumlah kendaraan bermotor di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Namun kenaikan penjualan kendaraan bermotor di Indonesia sering disebut-sebut sebagai biang kerok kemacetan.

Penjualan mobil di Indonesia memang belum sebanyak Jepang setiap tahunnya. Indonesia pada catatan OICA terakhir pada 2017 mampu memproduksi sekitar 1,2 juta mobil penumpang dan komersil. Angka tersebut tidak apa-apanya kalau dibanding Jepang yang mencapai 9 juta per tahun.



Bedanya, meski 9 juta mobil diproduksi di Jepang, jalanan Jepang tidak macet laiknya Indonesia.

"Terus kok macet apakah karena industri? Orang kita masih di bawah jauh kok dibanding yang lain," ungkap Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra saat berbincang dengan detikOto di Ambon, Maluku.

Menurutnya meski jumlah produksi mobil di Jepang mencapai 9 juta unit per bulannya, namun transportasi umum tak ditinggalkan para warganya.

"Kita coba lihat lagi negara dengan kendaraan umum bagus Jepang, itu kan kemana-mana orang naik kereta, jumlah penduduknya dikit pasar dia 5 juta sekarang. Nah kalau ngomong kendaraan umum pengaruh pasar nggak? Nggak, bukan karena mereka tetap aja butuh," jelas Amel.



"Ini hanya persoalan daya beli PDB kita belum tinggi sekarang kenapa macet, infrastruktur tidak merata. Kan kita tidak harus jual di Jakarta kan nah di daerah-daerah butuh infrastruktur butuh pemerataan pendapatan. Dia nggak punya pendapatan gimana dia mau beli, management traffic disiplin kita masih lemah, pasar kaget tadinya sudah dirapihkan sekarang keluar lagi, jadi bukan soal mobil," pungkas Amel. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com