Minggu, 11 Nov 2018 10:01 WIB

Laporan dari Bangkok

Tahun Politik Pengaruhi Industri Otomotif, Bagaimana Sikap Mitsubishi?

M Luthfi Andika - detikOto
Mitsubishi Xpander. Foto: Mitsubishi Mitsubishi Xpander. Foto: Mitsubishi
Bangkok - Tahun 2019 semakin menarik untuk ditunggu, mengingat akan ada pemilihan Presiden Republik Indonesia periode 2019-2023. Tahun politik biasanya juga mempengaruhi industri otomotif. Lalu bagaimana Mitsubishi menyikapinya ya?

Head of Sales and Marketing PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Imam Choeru Cahya, di Bangkok, Thailand, menjelaskan tahun politik bukanlah hal yang baru. Karena memang Pemilihan Presiden terus berlangsung 5 tahun sekali.



"Pemilihan kan bukan kali pertama, dan kita sudah sering menghadapinya. Lalu langkah apa yang dipersiapkan Mitsubishi untuk menyambut tahun politik? Pasar akan wait and see, kita lihat dulu masih ada beberapa waktu perkembangan ke depan," kata Imam.

"Kita juga biasanya akan konsen, pada hitungan fiskal year pada Maret 2019, yakni untuk memenuhi target kami yang mencapai 140.000 unit. Dihitung sekarang Mitsubishi masih on progress, dan kami hanya berfokus pada bagaimana kita mempertahankan target kita agar sampai, sambil membaca tahun fiskal di tahun politik tersebut," tambah Imam.



Lalu mungkinkah Mitsubishi akan menaikkan harga jual mereka di tahun politik?

"Kenaikan harga setiap tahun itu pasti, tapi banyak faktor yang bisa menaikkan harga on the road. Seperti pada Januari BBN (bea balik nama) setiap tahun naik 5 persen, biasanya. Selain itu, tentunya salah satu yang kita pertimbangkan menaikkan harga atau tidak dari pertukaran dolar. Karena ada beberapa komponen yang masih dibeli dengan mata uang asing," ujarnya. (lth/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed