Sabtu, 03 Nov 2018 09:43 WIB

Naikkan Harga Mobil Tak Bisa Sembarangan, Ramuannya Harus Tepat

Dina Rayanti - detikOto
Logo mobil Daihatsu. Foto: Ari Saputra Logo mobil Daihatsu. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Menentukan harga mobil memang tak bisa sembarangan. Banyak faktor yang dipertimbangkan sebelum akhirnya produsen akhirnya memberikan banderol harga suatu mobil. Seperti itulah yang sedang dilakukan Daihatsu.

Daihatsu dalam waktu dekat mengumumkan bakal menaikkan harga mobilnya. Hal tersebut dilakukan Daihatsu terkait dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah.


"Untuk seluruh model, seluruh Indonesia, rangenya sudah kita analisa berapa baiknya. Ibarat obat, ramuannya harus tepat supaya perusahaan tidak terus rugi. Supaya perusahaan tidak terus rugi tetapi permintaan juga tidak turun sehingga pabrik bisa terus beroperasi" tutur Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra saat dihubungi detikOto, Jumat (2/11/2018).

Amelia masih belum membocorkan berapa kira-kira kenaikan harga Daihatsu. Ia pun menyerukan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli mobil-mobil Daihatsu sebelum harganya naik.

"Inilah saat yang tepat bagi masyarakat Indonesia untuk membeli mobil Daihatsu dengan harga yang lebih menguntungkan. Karena harga mobil Daihatsu akan segera naik," pungkas Amelia.


Dolar memang bukan satu-satunya faktor penentu dalam kenaikan harga mobil. Yang jelas nilai tukar dolar memberikan dampak cukup signifikan terhadap biaya produksi. Itu karena sebagian material produksi masih menggunakan kurs dolar AS.

Penjualan secara wholesales (dari pabrik ke diler) Daihatsu dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Daihatsu sepanjang Januari hingga September tercatat menjual 147.513 unit. Angka ini mengalami kenaikan dari periode yang sama tahun 2017 sebesar 140.223 unit. (dry/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed