Selasa, 30 Okt 2018 11:52 WIB

Tak Cuma di Pesawat, Black Box Sudah Lama Ada di Mobil

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Event data recorders Foto: Istimewa Event data recorders Foto: Istimewa
Washington - Teknologi mobil saat ini makin canggih. Bahkan, beberapa fitur di dalam mobil diadopsi dari pesawat. Salah satunya adalah alat semacam kotak hitam atau black box yang sama seperti di pesawat terbang.

Blackbox pada pesawat sangat membantu mencari tahu informasi dan investigasi setelah terjadi kecelakaan. Seperti kecelakaan pesawat Boeing 737 Max 8 dari maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, black box sangat diperlukan untuk kebutuhan investigasi bagaimana kecelakaan bisa terjadi.



Black box yang ada di mobil pun sama pentingnya seperti black box di pesawat. Di Amerika Serikat, mobil-mobilnya sudah umum menggunakan black box. Di sana, blackbox untuk mobil disebut event data recorders (EDR). EDR ini melacak segala sesuatu ketika mobil terlibat kecelakaan.

Ternyata, dikutip dari USA Today, blackbox untuk mobil di Amerika bukanlah barang baru. Penggunaan kotak black box di mobil dimulai pada 1994. Kala itu, kotak hitam dipakai di mobil-mobil Cadillac, Buick, Chevrolet dan Pontiac. Black box di mobil itu membantu pabrikan untuk mempelajari bagaimana mobil mereka terlibat kecelakaan.

Flight RecorderFlight Recorder Foto: Rengga Sancaya




Sejak awal 2000-an, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Amerika Serikat (NHTSA) telah mengumpulkan informasi kotak hitam untuk mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang keadaan di sekitar kecelakaan mobil. Pada 2013, 96 persen dari mobil baru yang dijual di Amerika Serikat sudah dibekali dengan kotak hitam. Bahkan, mulai 1 September 2014 setiap kendaraan baru harus punya black box di sana.

Data pada black box di mobil telah berjasa ketika digunakan untuk penyelidikan tingkat tinggi. Pada 2011, mantan Gubernur Massachusetts Timothy Murray terlibat kecelakaan di mobil dinas. Dia mengklaim tidak mengemudi dengan kecepatan tinggi dan mengenakan sabuk pengaman.

Namun, investigator merilis hasil penyelidikan dengan mengandalkan kotak hitam di mobilnya. Disebutkan, penyidik menggunakan data black box menunjukkan bahwa mantan Gubernur Massachusetts itu mengemudi dengan kecepatan 100 mil per jam (160 km/jam) dan tidak menggunakan sabuk pengaman saat kecelakaan terjadi.




Tonton juga 'Melacak Badan Lion Air, Basarnas Pakai Multibeam Echosounder':

[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed