Sabtu, 13 Okt 2018 21:34 WIB

TPT Tak Kunjung Keluar, Importir Kesusahan Jual Mobil Mewah

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: Ridwan Arifin Foto: Ridwan Arifin
Jakarta - Pemerintah berupaya mengurangi impor mobil mewah, salah satunya dengan melalui pembatasan TPT (Tanda Pendaftaran Tipe) kendaraan bermotor.

"Pembatasannya melalui pemberian TPT. Kalau TPT-nya tidak ada, tidak di approve, kan tidak bisa masuk Indonesia," kata Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika.

Akibat pembatasan TPT ini Importir Umum (IU) pun kesulitan menjual barang dagangannya. "Sudah 6 bulan, TPT impor belum keluar. Jadi ya mobil konsumen belum bisa di BBN (Bea Balik Nama)," ucap Rudi Salim, Direktur Prestige Image Motorcars, importir mobil mewah, ditemui detikOto di sela-sela acara Bentley Experience, di Sofia Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (13/10/2018).




Karena TPT tak kunjung keluar, pembayaran pajak untuk pemrosesan STNK pun jadi terhambat, akhirnya konsumen yang tidak sabar menunggu membatalkan proses SPK-nya. "Ya ada saja konsumen yang kemudian komplain dan mau nggak mau kita kembalikan duitnya. Kita balikin 100 persen," lanjut Rudi.

Menyiasati hal itu, Rudi pun sedari awal memberi tahukan kepada konsumen tentang kondisi sebenarnya. "Jadi ya kita kasih tahu ke calon konsumen, ini mobilnya belom bisa dipakai. Apakah mau tetap nunggu atau membatalkan transaksi. Antisipasi lainnya, paling kita tarik DP dulu. Ketika BBN sudah bisa, baru mereka melakukan pelunasan. Jadi nggak usah full payment," terang Rudi.

Meski demikian, Rudi berharap jika TPT bisa keluar secepatnya. "Current account deficit (defisit neraca perdagangan) sudah terjadi. Dan harusnya mobil (impor) sudah bisa bayar pajak, agar negara juga dapat returning income ya. Kalau sekarang, pajaknya nggak bisa dibayar, ya kita nggak bisa jual (mobil)," pungkasnya.

Sebagai informasi, Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) kendaraan bermotor merupakan dokumen persyaratan penting untuk keperluan importasi yang ditunjukkan kepada Direktorat Jenderal (Ditjen) Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE).

Jadi, sebelum mobil atau motor impor masuk maupun diproduksi, mereka harus melakukan uji tipe terlebih dahulu. Kemudian bila dinyatakan lulus, Kementerian akan mengeluarkan TPT untuk bisa produksi maupun impor kendaraan terkait. (Luthfi Anshori/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed