Dengan begini, Dian merasa lebih aman. Penumpang yang berniat jahat terhadap dirinya jadi sulit menjangkaunya karena terhalang dinding kaca.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awal-awal sih agak kagok, cuman karena posisi joknya sudah diset ukuran saya jadi nggak masalah. Ini udah saya bikin posisinya ukuran jok saya. Nggak terlalu mundur, nggak terlalu ke depan. Karena ini mobil memang difokusin untuk narik aja sih," kata Dian kepada detikOto, Jumat (12/10/2018).
Untuk menjangkau tuas persneling atau layar hiburan di tengah, Dian mengaku tidak kesulitan. Sebab, masih ada celah yang dia sisakan untuk menjangkaunya.
"Kebetulan kalau Datsun kan persnelingnya ada di bawah dasbor, jadi nggak ganggu. Jadi saya bikin kaca tengah ada sedikit jarak, jadi tangan nggak terganggu. Karena kan pas di persneling dikasih celah. Jadi tangan untuk ngoper gigi nggak masalah. Selama ini sih nggak ganggu," ujarnya.
Untuk penumpang yang membayar tunai pun masih bisa memberikan uang ke Dian melalui celah antara dinding kaca. Namun, kata dia, untuk penumpang yang berniat jahat sulit untuk memasukkan tangannya ke celah-celah tersebut sehingga tidak bisa menjangkau pengemudi. (rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Presiden Prabowo: RI Jangan Cuma Jadi Pasar, Harus Bikin Mobil-Motor Sendiri
BYD Luncurkan Denza N9 Flash Charge: Jarak Tempuh 1.520 Km, Ngecas Cuma 9 Menit