Selain fitur yang ada tentunya kondisi setiap komponen mobil tetap harus terjaga dalam kondisi prima untuk digunakan.
Salah satu layanan purna jual pabrikan kendaraan adalah pemanggilan dan perbaikan kepada unitnya yang sudah berada di tangan konsumen. Biasanya tindakan ini dilakukan karena ada kerusakan yang sudah atau diprediksi akan terjadi demi mengantisipasi kerugian pada pemilik mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Recall itu dilakukan setelah melakukan pengecekkan, jika ada potensi yang merugikan maka akan segera dilakukan tindakan recall demi kenyamanan konsumen," ujar Wakil Kepala Bengkel Honda Tendean, Maryoni.
Meskipun demikian ada juga konsumen yang enggan membawa mobil mereka ke diler untuk diperbaiki atau mengganti part yang rusak.
"Biasanya alasannya adalah waktu, dan cuma punya satu mobil yang digunakan sehari-hari itu menjadi kendala beberapa mobil yang sudah di recall tidak mengalami penanganan secepatnya sebelum masalah terjadi," tambah Maryoni.
"Mobilnya dipakai terus, buat kerja dan urusan lainnya makanya agak lama dikembalikan ke bengkel, tapi sekarang sudah aman dan untungnya belum ada masalah," ujar Anas yang Honda Jazznya pernah direcall untuk perbaikan masalah airbag.
Seperti diketahui Honda di Indonesia baru saja mengumumkan penarikan terhadap Freed dan Jazz terkait dengan permasalahan inflator airbag. (dry/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas