Sabtu, 29 Sep 2018 11:26 WIB

Mobil VW Jadul Ramaikan Pawai Merah Putih Sabang-Merauke

Agus Setyadi - detikOto
Aneka mobil jadul VW yang meramaikan HUT ke-73 TNI di Aceh (Foto: Agus Setyadi) Aneka mobil jadul VW yang meramaikan HUT ke-73 TNI di Aceh (Foto: Agus Setyadi)
Aceh - Menyambut HUT ke-73 TNI, prajurit TNI menggelar pawai bendera merah putih dari kilometer nol di Sabang, Aceh hingga di Merauke. Saat pelepasan di Tanah Rencong, mobil klasik ikut meramaikan.

Pantauan detikcom, pawai bendera ini mengambil start dari titik nol kilometer Sabang pada (28/9/2018). Prajurit TNI peraih medali perak di Asian Games 2018 dalam cabang olahraga perahu naga 200 meter, Serda Ririn Pujiastuti, menjadi pembawa bendera Merah Putih pertama.




Setelah itu, bendera dibawa ke pelabuhan untuk diarak ke Banda Aceh. Dari pelabuhan Malahayati di Krueng Raya, Aceh Besar, bendera dibawa ke Kodam Iskandar Muda dengan menggunakan panser Anoa. Dari Kodam, bendera diarak ke Lapangan Blang Padang, Banda Aceh dengan menggunakan jalan kaki.

Di sepanjang jalan yang dilewati peserta pawai terlihat dipenuhi warga dan pelajar. Mereka menunggu rombongan TNI melintas. Arak-arakan bendera di Banda Aceh berlangsung pada Jumat sore.

Proses penyambutan kedatangan bendera merah putih kemudian digelar di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh. Hadir dalam upacara tersebut Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud dan lainnya.

Nah selesai acara di Lapangan Blang Padang, bendera merah putih selanjutnya kembali dibawa menggunakan panser anoa. Di belakang mobil berlapis baja tersebut, iring-iringan mobil jadul Volkswagen (VW) terlihat. Di antara ada VW Beetle alias VW Kodok dan VW Kombi. Di kaca mobil klasik ini, tertulis "Aceh VW Club". Mobil-mobil buatan Jerman tersebut terlihat klincong.

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Teguh Arief, mengatakan, proses pawai bendera ini digelar dengan tidak menghilangkan unsur kearifan lokal. Saat di Sabang, kata Teguh, acara digelar dengan doa bersama dan melibatkan 44 ulama sebelum pemberangkatan.

"Jadi ini kita kombinasikan antara kearifan lokal di Aceh da disiplin keprajuritan yang dikemas sedemikian rupa dan sangat rapi. (Kita) juga mengangkat kearifan lokal," kata Teguh kepada wartawan.

Dalam pawai bendera tersebut, juga melibatkan masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Prajurit TNI dari tiga matra. Di lokasi penyambutan, juga digelar tari Saman.

Rencananya, dari Aceh bendera merah putih tersebut akan dibawa ke Pekanbaru dengan menggunakan pesawat dan dikawal oleh pesawat tempur. Rombongan pawai akan diberangkatkan besok pagi melalui Lanud Sultan Iskandar Muda.

"Rencananya memang ada pengawalan (dengan pesawat tempur). Namun nanti kami cek ulang, karena kemarin sudah ada penegasan demikian," jelas Teguh. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed