Jumat, 21 Sep 2018 07:50 WIB

Merek Mobil Ceko, Skoda Masuk Indonesia?

Ruly Kurniawan - detikOto
Mobil konsep Skoda Vision E saat dipamerkan di Frankfurt Motor Show 2017 lalu Foto: Dadan Kuswaraharja Mobil konsep Skoda Vision E saat dipamerkan di Frankfurt Motor Show 2017 lalu Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Dalam upaya merangsang investasi di dalam negeri, pemerintah Indonesia mengundang Ceko untuk duduk bersama. Pemerintah bertemu dengan Ketua Senat Republik Ceko Milan Stech.

Ada beberapa sektor yang jadi fokus kerja sama kedua negara tersebut salah satunya adalah sektor otomotif. Di bidang otomotif Ceko, sulit untuk memisahkan nama merek mobil Skoda. Apakah dengan kunjungan ini Skoda berniat masuk ke tanah air?

Menanggapi hal tersebut, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Ditjen ILMATE Putu Juli Ardika mengatakan bahwa ada kemungkinan Skoda masuk dan berinvestasi di Indonesia. Namun untuk saat ini hal tersebut tidak bisa dipastikan.

"Pihak Ceko belum menyampaikan secara detil kepastian waktu Skoda akan masuk ke Indonesia. Pihak Ceko juga masih membuka kesempatan berdiskusi dalam membahas kerja sama yang dapat dilakukan, baik dalam bentuk investasi atau kerja sama dagang," katanya mewakili pihak Kementerian Perindustrian saat dihubungi detikOto di Jakarta, Kamis (20/9/2018) malam.



Skoda sendiri adalah merek otomotif asal wilayah Eropa Tengah, Republik Ceko, yang sudah berdiri sejak 1895 (122 tahun). Kini sebagian saham Skoda dipegang grup otomotif asal Jerman Volkswagen.

Mobil tersebut cukup laris di Eropa bahkan ke beberapa negara di Asia Pasifik. Pada tahun 2019, Skoda juga diketahui bakal mulai memperkenalkan mobil plug-in hybrid yakni Skoda Superb.



Selain urusan otomotif, sektor lainnya yang mendapat sorotan dalam kerja sama Indonesia-Ceko adalah energi terbarukan, seabed exploration, perhubungan, kesehatan dan pendidikan.

Sebelum mengakhiri pertemuan di Indonesia, Stech sempat mengutarakan harapannya agar hubungan dengan Indonesia dapat ditingkatkan. Ia berharap akan ada banyak produk Indonesia yang masuk ke Ceko, baik langsung maupun lewat Uni Eropa dan sebaliknya. Yakni agar produk-produk Ceko juga banyak masuk ke Indonesia.

Mengutip data Kemenlu, hubungan bilateral Indonesia dengan Ceko telah berlangsung sejak 1930-an di saat Ceko masih dalam bentuk Federasi Cekoslowakia. Cekoslowakia menjadi salah satu negara pertama di Eropa yang secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia. Semenjak 1993 Ceko berpisah secara damai dengan Slowakia dan sejak itu hubungan Indonesia-Ceko mulai memasuki babak baru.

Volume perdagangan bilateral RI-Ceko dalam 5 tahun terakhir berkisar antara $200-300 juta. Investasi Ceko di Indonesia setiap tahunnya berkisar antara $200 ribu-1 juta, khusus di sektor jasa perhotelan dan pariwisata.

Sementara itu di sektor pariwisata tercatat 6000-12.000 wisatawan Ceko yang berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Khusus untuk 2016 dan 2017 terjadi peningkatan signifikan jumlah wisatawan Ceko di Indonesia, dari 6.000-an menjadi menembus angka 10.000. (ruk/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed