Senin, 03 Sep 2018 15:10 WIB

Mobil Mewah Jadi Etalase Indonesia di Mata Dunia

Ridwan Arifin - detikOto
Pengguna mobil sport di Sirkuit Sentul, Minggu (2/9/2018) Foto: Ridwan Arifin Pengguna mobil sport di Sirkuit Sentul, Minggu (2/9/2018) Foto: Ridwan Arifin
Bogor - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan larangan impor mobil sport mewah untuk menjaga nilai tukar rupiah. Tentu hal tersebut dirasa akan mempengaruhi dunia otomotif khususnya kelas supercar.

Menanggapi hal itu Chief Excecutive Officer Mc Laren Jakarta, Irmawan Poedjoadji tetap akan menyesuaikan dan berharap pemerintah bersama pelaku bisnis dapat duduk bersama untuk membicarakannya.



"Kita selaku pelaku bisnis harus pandai menyesuaikan dengan peraturan yang ada, karena kita juga harus survive, kita juga mempekerjakan karyawan, rentetannya banyak," ucap Irmawan.

Di sisi lain, menurut Irmawan bahwa dengan hadirnya mobil mewah dirasa turut mempromosikan kemapanan ekonomi Indonesia.

"Harusnya kita bisa bekerja sama dengan government pemangku regulasi, bagaimana bisnis kita ini justru bisa berkembang lebih baik, karena dengan berkembang dengan baik kita bisa jadi etalase bagi masyarakat internasional, lho di Indonesia ekonominya cukup baik, artinya dengan hal ini investasi juga banyak akan datang," ungkap Irmawan.



Irmawan justru mengkhawatirkan kebijakan seperti ini dapat mengubah keputusan orang yang hendak berinvestasi, pasalnya mereka akan memilih negara yang dinilai memiliki kestabilan peraturan investasi.

"Dengan adanya tingkat perekonomian lebih baik justru membuat orang confident, negara negara lain untuk mengadakan investasi di Indonesia," pungkas Irmawan.

Wacana larangan impor mobil sport itu dibicarakan Wapres Jusuf Kalla di awal Agustus lalu. Kalla mengemukakan penghentian impor mobil-mobil mewah bertujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. Kalla memandang langkah itu dapat menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.

"Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya, saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc," ucap Kalla.

Mobil mewah yang dimaksud, lanjut JK seperti Ferrari, Lamborghini dan mobil mewah lainnya yang berasal dari impor. "Tidak usah impor Ferrari, tidak usah impor Lamborghini, contohnya macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi," ujar JK. (ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed