Pemerintah Larang Impor Mobil Mewah, Jalanan Sesak dengan LCGC

Ridwan Arifin - detikOto
Jumat, 17 Agu 2018 10:24 WIB
Ilustrasi Aston Martin Vanquish S Ultimate Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Rencana pemerintah untuk bisa mensetop impor mobil mewah menjadi polemik tersendiri. Karena selain unit yang terbatas, dan pajak yang dihasilkan cukup besar lho. Rasa pemerintah perlu kembali mempertimbangan apakah kebijakan itu sudah tepat?



Terlebih jika memang benar kebijakan itu diterapkan, maka besar kemungkinan masyarakat Indonesia akan semakin jarang melihat mobil mewah di jalanan. Dan jalanan Indonesia, akan semakin dibuat sesak dengan mobil LCGC.

Seperti yang disampaikan General Manager Sales dan Marketing, Prestige Image Motorcars, Fransisca. Dirinya mengatakan akan tetap mengikuti segala regulasi yang akan ditetapkan pemerintah.



Namun Fransisca menyayangkan jika hal ini terjadi, maka akan berdampak pada langkanya pemandangan mobil mewah ke depannya.

"Jika aturan tersebut berlaku, kita sebagai Agen Pemegang Merk (APM) akan mengikuti. Tetapi nanti jalanan di Indonesia hanya akan lewat mobil jenis LCGC, padahal Indonesia punya potensi loh dibandingkan negara lainnya (pertumbuhan mobil mewah-Red)," ungkap Fransiska saat peluncuran Aston Martin Vanquish S Ultimate, Kamis (16/08/2018) kemarin di Pluit, Jakarta.

Memang rencana pemerintah untuk mensetop impor mobil mewah bukan tanpa alasan. Pemerintah membatasi impor mobil mewah guna mengurangi potensi defisit akibat melemahnya rupiah.



"Tidak usah impor Ferrari, tak usah impor Lamborgini, contohnya macam-macam, itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi", kata Jusuf Kalla seperti yang diberitakan detik.com beberapa waktu lalu.

Kalau Otolovers setuju tidak, mobil mewah di atas 3.000 cc dilarang masuk Indonesia? Atau lebih setuju semuanya diproduksi di Indonesia? (lth/ddn)