Sabtu, 04 Agu 2018 17:31 WIB

Impor Mobil Mewah Dihentikan, Importir Keberatan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil mewah Lamborghini yang cuma 1 unit di Indonesia diimpor oleh Prestige Image Motorcars. Foto: Pradita Utama Mobil mewah Lamborghini yang cuma 1 unit di Indonesia diimpor oleh Prestige Image Motorcars. Foto: Pradita Utama
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengusulkan penghentian impor mobil-mobil mewah guna menjaga neraca perdagangan Indonesia. Importir mobil mewah pun turut memberikan komentarnya terkait wacana itu.

Presiden Direktur Prestige Image Motorcars sebagai importir mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, hingga mobil listrik Tesla merasa keberatan dengan wacana itu.

"Pada dasarnya kami keberatan jika hal tersebut direalisasi. Karena supercar secara volume mungkin kontribusinya hanya 0,03%," kata Presdir Pretige Image Motorcars, Rudy Salim, kepada detikOto, Sabtu (4/8/2018).



Meski begitu, kalau wacana tersebut direalisasikan, Rudy menyebut pihaknya akan tetap mematuhi aturannya. Kalau penghentian mobil mewah direalisasikan, Prestige akan menerima dengan lapang dada.

"Namun saya percaya akan kebijakan pemerintah dan mendukung keputusan pemerintah," ujar Rudy.

Dampaknya, tak akan ada lagi mobil baru yang diimpor. Kalau rencana ini direalisasikan, konsumen yang sudah inden mobil nanti dicarikan solusinya.

"Cuma harus diperhatikan apakah kebijakan tersebut berseberangan dengan aturan WTO. Ya harus ada non-diskriminasi, transparansi, hukumnya harus sama dan adil," ucap Rudy.



Sebelumnya saat acara Business Lunch di Jakarta, Kamis (2/8), JK mengemukakan penghentian impor mobil-mobil mewah bertujuan menjaga neraca perdagangan Indonesia. JK memandang langkah itu dapat menekan tingginya impor dibanding ekspor nasional, sehingga berujung pada surplusnya neraca perdagangan Indonesia.

"Ini akan diklasifikasikan untuk mengurangi impornya, saya malah mengusulkan sudah kita hentikan impor mobil yang di atas 3.000 cc," ucap JK di berbagai media.

Mobil mewah yang dimaksud, lanjut JK seperti Ferrari, Lamborghini dan mobil mewah lainnya yang berasal dari impor.

"Tidak usah impor Ferrari, tidak usah impor Lamborghini, contohnya macam-macam itu supaya mengurangi faktor-faktor impor tadi," ujar JK. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed