Selasa, 31 Jul 2018 21:01 WIB

Honda Sebut Mobil LCGC yang Makin Mahal Adalah Wajar

Ruly Kurniawan - detikOto
Foto: Dadan Kuswaraharja Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta - Mobil berlabel Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia sudah tak semurah dulu. Saat awal diperkenalkan mobil berkategori tersebut, banyak roda empat di bawah Rp 100 jutaan. Namun kini, hampir tidak ada lagi mobil yang dijual dengan harga segitu.

Peningkatan harga mobil LCGC yang hampir sejajar dengan harga jual citycar ini dinilai wajar oleh PT Honda Prospect Motor (HPM). Sebab tiap tahun ada inflasi, kenaikan pendapatan perkapita, dan juga perubahan permintaan pasar yang tidak ingin mobil 'seadanya'.

"Kalau kita berbicara kenaikan harga, dahulu pernah Civic tiga pintu dijual Rp 66 juta. Tapi sekarang malah Rp 400 jutaan. Begitu juga dengan LCGC, awalnya paling murah adalah dibawah Rp 99 juta sekarang mendekati Rp 150 jutaan. Itu karena setiap tahun akan ada kenaikan harga di mobil seiring dengan inflasi yang ditentukan oleh pemerintah dan juga pendapatan perkapita," papar Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy di Jakarta, Selasa (31/7/2018).


Dirinya juga mengaku bahwa kenaikan harga mobil LCGC sudah ditentukan pemerintah dengan melihat permintaan pasar dan juga berbagai kondisi tertentu.

"Kita tidak bisa semena-mena menentukan harga LCGC, sudah ditentukan," papar Jonfis.

"Lagipula untuk mobil yang harga Rp 99 juta ke bawah, itu kan tipe mobil terendah yang tidak punya apa-apa. Sedangkan permintaan orang Indonesia walaupun ingin beli mobil pertama kalinya mereka ingin kendaraan yang sudah proper. Jadi, yang laku malah varian diatasnya," tambahnya.


Lantas, masih pantaskah mobil-mobil tersebut menyandang gelar LCGC?

"Ya kita sih ikut pemerintah untuk hal itu. Kita tidak bisa semena-mena menentukan mobil ini masuk LCGC atau tidak. Pemerintah juga sekarang concern walaupun murah di mobil harus ada beberapa fitur keselamatannya seperti ABS, airbag, dan segala macam. Dari pabrikan, sebelum meluncurkan mobil LCGC juga kita harus lakukan investasi dulu," ucap Jonfis.

"Untuk perkembangan pasarnya sekarang masih cukup baik. Bahkan hampir 27 persen," tutupnya.

Nah, menurut Otolovers bagaimana? (ruk/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed