Rabu, 11 Jul 2018 15:42 WIB

Kalau Naik Mobil Listrik, Jakarta-Bogor PP Cuma Habis Rp 10.000

Dina Rayanti - detikOto
Foto: Toyota Foto: Toyota
Jakarta - Biaya operasional mobil listrik diklaim lebih murah berkali-kali lipat daripada mobil bensin. Rasanya hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri di kala harga BBM yang kembali naik akhir-akhir ini.

Dengan adanya mobil listrik, maka kita tak lagi membutuhkan BBM untuk membantu mesin bergerak. Pengeluaran yang biasanya diperuntukkan untuk mengisi bensin pun otomatis berkurang.

"1 liter bensin di mobil biasa kira-kira 10-12 km, 1 liter bensin di mobil hybrid bisa 25 km, 1 liter bensin untuk kendaraan PHEV bisa 60-70 km jadi sudah bagus," ungkap Ketua Umum Gaikindo Johannes Nangoi di Jakarta.



Bahkan Nangoi mengatakan saking hematnya mobil listrik, jarak 60 km saja seperti bolak-balik Jakarta-Bogor hanya butuh Rp 10.000 saja. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam demi mengisi bensin mobil.

"Nah nanti kalau pakai mobil ini ya nggak perlu ada bensin tapi otomatis bergantung listrik tapi harganya akan sangat mahal. Anda bayangin lah ke Bogor 60 km cuma pakai 1 L Rp 10.000 kan murah dan emisinya juga bersih," jelas Nangoi.

Hal serupa pun sempat disampaikan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo yang sudah menjajal sendiri murahnya mobil listrik. Bamsoet sapaan akrab Bambang yang mengendarai mobil listrik Tesla menyebut hanya merogoh kantong Rp 15.000 untuk sekali pengecasan.



Satu kali pengecasan mobil Tesla bisa menempuh jarak 350 km.

"Nge-charge-nya di rumah 6 jam full, untuk jelajah 350 km. Jadi kalau hanya mutar di Jakarta dan pulang pergi rumah-kantor cukup seminggu sekali nge-charge-nya. Sekali charge 6 jam full itu kira-kira makan pulsa listrik Rp 15.000-an," tutur Bamsoet. (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed