Senin, 09 Jul 2018 11:01 WIB

Mobil Nasional

Di ASEAN, Hanya Malaysia yang Sudah Produksi Massal Mobnas

Dina Rayanti - detikOto
Logo Proton Foto: Dina Rayanti Logo Proton Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Membuat mobil nasional bisa dibilang susah-susah gampang. Tidak banyak negara yang bisa memproduksi mobilnya sendiri. Hanya negara-negara tertentu saja yang bisa memproduksi mobil secara massal dan juga dikirim ke seluruh dunia.

Kalau di benua Eropa ataupun Amerika, mungkin sudah tidak diragukan lagi soal produksi mobilnya. Di Jerman saja berbagai merek mobil papan atas menjamur di sana. Mulai dari Audi, BMW, Porsche, Mercedes-Benz, dan beberapa merek lainnya. Atau kalau di Inggris ada merek mobil mewah Bentley, Rolls-Royce, juga sederet merek lain yang berasal dari Benua Biru itu.

Amerika juga tak kalah nih Otolovers. Sebut saja Ford, Dodge, Chrysler, dan beberapa merek mobil ternama hadir dari Negeri Paman Sam.

Benua Asia pun tak kalah. Jepang dan Korea Selatan tak bisa diremehkan sebagai raksasa otomotif dunia. Tak hanya laris di Benua Asia, mobil buatan Jepang dan Korea Selatan juga mampu bersaing melawan mobil-mobil buatan Eropa dan Amerika.

Walaupun produksi mobil di Benua Asia sudah terwakili oleh Jepang dan Asia, di ASEAN juga ada lho negara yang memproduksi mobil merek negaranya sendiri yaitu Malaysia. Malaysia bisa dibilang satu-satunya negara yang memiliki mobil nasional diantara negara ASEAN lain lewat Proton.

Membangun Proton pun tak sebentar. Sang penggagas Mahathir Mohamad bangga Proton bisa besar dalam 30 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, kepercayaan warga Malaysia terhadap Proton mulai meluntur akibat serangkaian kejadian yang berkaitan dengan layanan purna jual mobil.

Oleh karena itu penjualan Proton terus menurun dan ditinggalkan warga negeri jiran. Saham Proton pun terpaksa dijual untuk ke pihak China untuk bisa membantu menghidupkannya kembali.



Meski begitu, Malaysia masih di atas negara-negara ASEAN lain soal mobil nasional ini. Thailand yang dipercaya menjadi basis produksi berbagai merek mobil hingga saat ini juga belum menunjukkan tajinya sebagai salah satu raksasa otomotif di ASEAN. Cerita yang dialami Thailand juga terjadi pada Indonesia.

Padahal di Indonesia pun berbagai pabrikan seperti Toyota, Daihatsu, Mercedes-Benz, dan sederet merek lain berinvestasi besar-besaran di Tanah Air.

Sudah mencanangkan mobil nasional bertahun-tahun, namun mobil nasional tak juga muncul. Sekalinya muncul hanya bertahan satu tahun karena bangkrut. Merek tersebut adalah Timor yang dulu dikelola oleh anak mantan Presiden Soeharto.

Timor tak sepenuhya buatan Indonesia. Hanya sekadar me-rebadged dari sedan Kia tetapi emblem Kia dicopot diganti dengan tulisan Timor. Kemudian muncul kembali wacana soal mobil nasional Esemka.

Sudah bergaung sejak tahun 2007, Esemka belum juga terlihat wujud nyatanya. Kabarnya Esemka akan meluncur pertengahan tahun ini di bawah pimpinan mantan Kepala BIN A.M Hendropriyono. Namun hingga saat ini belum terdengar kabar lanjutan soal Esemka versi Hendropriyono itu.


Salah satu harapan mungkin datang dari mobil pedesaan. Mobil yang akan diluncurkan bulan Agustus nanti di Gaikindo Indonesia International Auto Show. Mobil pedesaan yang diusung oleh beberapa perusahaan itu memiliki kandungan lokal yang tinggi sampai 70 persen.

Sementara itu Vietnam justru mengejutkan. Tiba-tiba saja mengumumkan akan merilis mobil nasional untuk pertama kalinya yang bertenaga listrik.



Menggandeng beberapa pihak yang sudah piawai dalam dunia otomotif termasuk Jerman dan Thailand, Vietnam akan merilis mobil nasional pertamanya ini pada September 2019. Wah patut ditunggu ya! (dry/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed