Mungkin bagi masyarakat Indonesia, mobil listrik memang belum terlalu populer. Meski demikian, negara lain kini sudah mulai mempercayai mobil listrik sebagai kendaraan kesayangan. Sebut saja seperti China, Jepang, Amerika Serikat, Jepang dan negara-negara di Eropa.
Namun harus diakui, ada tiga tantangan yang harus dijawab para pabrikan otomotif agar bisa memuluskan jalannya mobil listrik. Seperti yang disampaikan General Manager Indonesia Business Department, ASEAN Div. Mitsubishi Motors Corporation, Toshinaga Kato.
"Memang saat ini ada beberapa tantangan mengenai mobil listrik," ujar Kato di Marseille, Prancis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di antaranya mahalnya harga baterai, sedikitnya charger dan infrastuktur yang kurang memadai," katanya.
"Namun seiringnya berjalannya waktu, semuanya akan terjawab. Karena berdasarkan data terakhir pada Februari 2018, saat ini ada sekitar 18.030 stasiun pengisian mobil baterai di 69 negara. Bahkan semenjak 2009 penjualan mobil listrik terus meningkat, pada 2017 ada sekitar 1.150.000 unit BEV/PHEV terjual di seluruh dunia," katanya.












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Ini Masalah Teknis yang Bikin Taksi Listrik Berhenti di Perlintasan KA