Minggu, 24 Jun 2018 09:18 WIB

Laporan dari Belanda

Izin Turun, Bulan Depan Kementerian Bisa Gunakan Mobil Listrik

M Luthfi Andika - detikOto
Mitsubishi Serahkan Kendaraan Listrik Kepada Pemerintah Foto: Grandyos Zafna Mitsubishi Serahkan Kendaraan Listrik Kepada Pemerintah Foto: Grandyos Zafna
Amsterdam - Sejak dikirim bulan Februari lalu, mobil listrik yang disumbangkan Mitsubishi kepada pemerintah belum juga digunakan. Hal ini rupanya karena terkendala masalah perizinan.

Mitsubishi pun memprediksi mobil listrik Mitsubishi sudah bisa dikendarai di jalanan pada Juli 2018 besok. Seperti yang disampaikan Head of Public Relation & CSR Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Bambang Kristiawan.

"Diperkirakan Juli 2018 awal surat perizinan sudah selesai," ujar Bambang saat ditemui di Amsterdam, Belanda.

27 Februari lalu Mitsubishi memberikan 10 unit mobil listrik ke lembaga pemerintah, terdiri dari 8 unit PHEV dan 2 unit MiEV.



Sebagai catatan, jika coba di-rupiah-kan nilai 10 mobil listrik yang diberikan Mitsubishi itu bisa mencapai Rp 1 miliaran per mobil.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto mengatakan, harga mobil listrik Mitsubishi Outlander PHEV sekitar Rp 700 juta di Jepang. Sampai di Indonesia harganya bisa mencapai Rp 1 miliar karena terkena bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

"Itu kan kalau dari Jepang-nya sekitar Rp 700an juta. Kalau kita dengan PPnBM segala macam masih mahal jatuhnya bisa Rp 1 miliar, 30 % lebih mahal. Satu jenis yang plug-in hybird, Outlander," katanya waktu itu.



Sementara, Mitsubishi i-MiEV harganya lebih murah. Bentuk mobil ini sendiri lebih kecil dari Outlander PHEV.

"Yang kecil Rp 400 juta-500 juta, kalau harga di Jepang sekitar itu, dia kan baterai. Nggak (yang betul) Rp 300 jutaan. Kan di sini bea masuk, PPnBM," ungkapnya.

Lebih lanjut, dari 10 mobil listrik yang diberikan, 8 di antaranya ialah Outlander PHEV. Outlander PHEV ini memiliki kecepatan maksimal 200 km/jam dan mampu menempuh jarak 800 km dengan kombinasi bahan bakar bensin dan tenaga listrik. Jika hanya menggunakan tenaga listrik (full EV) mampu menempuh 55 km.

Sedangkan, i-MiEv memiliki kecepatan maksimal 120 km/jam dan jarak tempuh 120 km dengan kondisi full charge listrik. (lth/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed