Seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (12/6/2018), Trump di mata Hyundai akan menerapkan tarif pajak yang lebih besar untuk produsen otomotif internasional yang memproduksi mobil di Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Smith mengklaim Trump telah menunjukkan sedikit perhatian terhadap produsen mobil internasional, padahal mereka sudah membangun kendaraan di AS. Seperti halnya produsen otomotif global lainnya, Hyundai sudah memproduksi setengah dari mobil yang mereka jual di Amerika.
"Yang menakutkan adalah tampaknya ada banyak percakapan mengenai perusahaan berbasis impor. Bahkan tidak sadar bahwa sejumlah besar kendaraan yang diproduksi di Amerika dilakukan oleh perusahaan internasional," kata Smith.
"Seluruh percakapan tarif tidak ada. 'Ya, kami akan memproduksi di Amerika Serikat dan semuanya baik-baik saja'. Ini lebih berdampak kepada perusahaan internasional," tambahnya.
Setelah pertemuan antara Smith dan beberapa pelaku industri otomotif lainnya, Departemen Perdagangan Amerikan memulai penyelidikan untuk melihat apakah mobil impor merupakan ancaman bagi keamanan nasional AS.
Laporan menyatakan bahwa pemerintah AS dapat memberikan tarif pajak sampai 25 persen untuk mobil impor.
Departemen Perdagangan mengklaim bahwa impor kendaraan penumpang telah tumbuh dari 32 persen menjadi 48 persen dalam 20 tahun terakhir. Selain itu, kini pekerja yang memproduksi kendaraan di Amerika 22 persen lebih sedikit dibandingkan pada 1990.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin