Jumat, 08 Jun 2018 08:40 WIB

Sokon Tunggu Regulasi soal Mobil Listrik

Ruly Kurniawan - detikOto
Pabrik Sokon di Cikande. Foto: Ruly Kurniawan Pabrik Sokon di Cikande. Foto: Ruly Kurniawan
Bandung - Beberapa waktu belakangan pemerintah Indonesia sedang gencar-gencarnya mengupayakan penerapan mobil listrik. Regulasinya kini sedang diperbincangkan. Kementerian Perindustrian bahkan menargetkan pada 2025 paling tidak 20 persen dari seluruh produksi mobil di dalam negeri merupakan kendaraan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), termasuk di dalamnya mobil listrik dan hibrida.

Serupa dengan pabrik mobil lainnya, meskipun baru masuk ke Indonesia PT Sokonindo Automobile (Sokon) menyebut siap bila harus memproduksi mobil listrik. Karena, di pabriknya yang bertempatkan di Cikande, Banten, dikatakan sudah mendekati industri 4.0 dan bisa memproduksi mobil listrik.



"Itu tergantung aturannya. Kami tidak mau mendahului. Di pabrik kita sekarang bisa saja (pabrik Cikande produksi mobil listrik) karena intinya itu sebetulnya cuma baterai. Di China sendiri kami juga sudah jual mobil serupa," kata CO-CEO Sokonindo Automobile Alexander Barus di Bandung, Jawa Barat.

Dirinya juga menambahkan, pihak Sokon sekarang sedang berupaya untuk membuat baterai sendiri.

"Kami baru saja balik dari Silicon Valley (California, Amerika Serikat), kami lagi mengembangkan baterai kami sendiri," kata Barus.



"Kalau untuk sekarang pertanyaan siap apa nggak, ya kami siap. Tapi tergantung bagaimana regulasi, kondusif atau tidak. Kami tidak mau mendahului. Biar sama-sama dengan produsen lainnya ketika regulasi mobil listrik sudah ditetapkan," katanya lagi.

Sebagai informasi, di Silicon Valley merupakan markas besar produsen mobil listrik SF Motors. Perusahaan ini adalah anak perusahaan Chongqing Sokon Industry Group yang juga induk Sokonindo Automobile. (ruk/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed